SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

DEFINISI & KLASIFIKASI

Stroke adalah kondisi klinis yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak.

Ada dua tipe stroke, yaitu:
1. Stroke iskemik, akibat berkurangnya aliran darah ke otak.
2. Stroke perdarahan, akibat perdarahan di pembuluh darah otak.

Stroke iskemik yang sering terjadi pada pasien diabetes mencapai 85 persen dari seluruh stroke. Stroke pendarahan, walaupun hanya 15 persen, tetapi bisa menyebabkan kematian pada 40 persen pasiennya.

Perlu diperhatikan juga adalah stroke iskemik ringan dengan gejala mirip stroke, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam (transient ischemic attack, TIA). Hal ini terjadi karena penyumbatan pembuluh darah ke otak yang walaupun terjadi hanya sementara, namun meningkatkan risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang.

EPIDEMIOLOGI & FAKTOR RISIKO

Saat ini, stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia Barat, di posisi setelah penyakit jantung dan di atas kanker. Penyakit ini merupakan penyebab 10% kematian di dunia, yang diprediksi akan menjadi peringkat pertama di masa yang akan datang. Di Indonesia, stroke terjadi pada 12 dari 1.000 orang, dimana 1 dari 7 pasien yang mengalami stroke akan meninggal dunia.

Faktor-faktor risiko terjadinya stroke adalah:
– tekanan darah tinggi,
– diabetes yang tidak terkontrol,
– profil lemak yang buruk (kolesterol/trigliserida),
– kelebihan berat badan hingga obesitas,
– kurang olahraga dan pola hidup santai,
– dan kebiasaan merokok.

Sebenarnya, 80% stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor risiko yang baik.

GEJALA KLINIS & PENGELOLAAN

Gejala dan keluhan stroke biasanya terjadi segera setelah terjadinya serangan, dan tergantung bagian otak mana yang terganggu aliran darahnya. Gejala meliputi ketidakmampuan menggerakkan atau merasakan satu sisi tubuh, gangguan bicara atau kesulitan memahami pembicaraan, nyeri kepala yang hebat (pada stroke perdarahan), vertigo (kepala pusing / berputar), dan gangguan penglihatan pada satu sisi.

Stroke memerlukan tindakan darurat medis, terutama pada masa emas (golden period) yang maksimum hanya berlangsung beberapa jam saja setelah terjadinya stroke. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah, yang jika tidak ditangani dengan baik, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Stroke dalam jangka panjang dapat mempengaruhi pasien baik secara fisik, mental, emosional, ataupun kombinasi ketiganya, yang memberikan beban yang berat kepada keluarga dan masyarakat.

PERANAN AIR ALKALI TERIONISASI (MOLEKUL HIDROGEN) PADA STROKE ISKEMIK MAUPUN STROKE PERDARAHAN

Air fungsional adalah air yang memiliki fungsi khusus. Ada beberapa metode aktivasi, salah satunya adalah elektrolisis, yang merupakan air fungsional yang paling banyak diteliti (disebut juga sebagai Electrolyzed Reduced Water, ERW). Di tahun 1966, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mengakui efektivitasnya bagi kesehatan dan mengizinkan penggunaan mesin yang dapat memproduksi ERW untuk digunakan di rumah-rumah.

ERW merupakan air kesehatan yang populer di Jepang. Karena memiliki pH yang lebih alkali (pH 8-10), ERW disebut juga sebagai alkaline ionized water. Air alkali terionisasi memiliki pH yang basa, memiliki potensi oksidasi reduksi yang negatif serta aktivitas menetralisir spesies oksigen reaktif (radikal bebas), dan kaya akan molekul hidrogen (disebut juga sebagai Hidrogen Rich Water, HRW).

Efek dari hidrogen telah didokumentasikan pada lebih dari 63 penyakit pada binatang maupun manusia dalam 10 tahun terakhir.

Berikut diringkas berbagai penelitian mengenai manfaat dari molekul hidrogen dalam air alkali terionisasi dari mesin elektrolisis dalam pengelolaan penyakit stroke.

PENELITIAN STROKE ISKEMIK (PADA HEWAN DAN MANUSIA)

1. Targeting gaseous molecules to protect against cerebral ischaemic injury: mechanisms and prospects (PEMANFAATAN MOLEKUL GAS UNTUK MELINDUNGI KERUSAKAN OTAK ISKEMIK: MEKANISME DAN PROSPEK). Zhou J, et al. Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology, 2012.

Kerusakan otak akibat iskemia merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di banyak negara. Akhir-akhir ini, molekul gas tertentu, seperti nitric oxide (NO), carbon monoxide (CO), dan gas hidrogen (H2) mengundang perhatian karena data-data ilmiah secara kolektif menunjukkan bahwa gas-gas tersebut memiliki potensi terapi pada proses patologis pada kerusakan otak akibat iskemia.

2. Lactulose: an effective preventive and therapeutic option for ischemic stroke by production of hydrogen (LACTULOSE: PILIHAN PENCEGAHAN DAN TERAPI YANG EFEKTIF UNTUK STROKE ISKEMIK MELALUI PRODUKSI MOLEKUL HIDROGEN). Chen X, et al. Medical Gas Research, 2012.

Stroke iskemik akibat gangguan aliran darah ke otak, memicu produksi radikal bebas yang merusak sel dan elemen ekstraseluler secara agresif, dan berperan penting dalam iskemia otak maupun proses reperfusi (pemulihannya). Secara klinis, stroke dan stres oksidatif (radikal bebas) berhubungan erat, dan stres oksidatif memiliki efek merugikan pada gejala klinis pada stroke iskemik. Molekul hidrogen ternyata memiliki kemampuan menetralisir jenis radikal bebas yang paling toksik. Khususnya pada iskemia otak, pemberian hidrogen setelah hipoksia memberikan perlindungan otak melalui hambatan pada apoptosis dari sel-sel saraf, termasuk pada penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Laktulosa, gula sintetis yang tidak dapat dicerna maupun diserap tubuh, secara luas digunakan untuk mengelola konstipasi. Melalui proses fermentasi bakteri di saluran cerna, dari laktulosa ini dapat diproduksi molekul hidrogen dalam jumlah yang besar, yang berperan protektif pada stroke iskemik sebagai antioksidan yang unik. Lactulosa diduga dapat memicu produksi hidrogen endogen yang dapat mengurangi stres oksidatif dan mengurangi kerusakan akibat stroke pada manusia.

3. Lactulose ameliorates cerebral ischemia-reperfusion injury in rats by inducing hydrogen by activating Nrf2 expression (LAKTULOSA MENGURANGI KERUSAKAN AKIBAT ISKEMIA OTAK DAN REPERFUSI OTAK PADA TIKUS PERCOBAAN DENGAN MEMICU PRODUKSI HIDROGEN MELALUI AKTIVASI EKSPRESI NRF2). Zhai X, et al. Free Radic Biol Med. 2013

Model binatang percobaan dengan stroke dibuat dengan melakukan sumbatan pada arteri serebral medialis pada tikus Sprague-Dawley. Kelompok tikus percobaan yang mendapat laktulosa memiliki skor neurologi yang lebih tinggi, memiliki aktivitas aktioksidan yang lebih tinggi, kadar radikal bebas yang lebih rendah. Penelitian ini berhasil menunjukkan efek neuroproteksi dari laktulosa pada iskemia otak dan pemulihan (reperfusi)-nya, yang berhubungan dengan produksi hidrogen melalui fermentasi laktulosa oleh bakteri usus dan aktivasi dari molekul Nrf2.

3. Inhalation of hydrogen gas attenuates cognitive impairment in transient cerebral ischemia via inhibition of oxidative stress (INHALASI GAS HIDROGEN MENGURANGI GANGGUAN KOGNITIF PADA ISKEMIA OTAK SEMENTARA MELALUI HAMBATAN STRES OKSIDATIF). Ge P, et al. Neurological Research, 2012.

Untuk meneliti efek inhalasi gas hidrogen pada gangguan kognitif yang diinduksi iskemia otak sementara (transient cerebral iskemia), dua kelompok tikus berjumlah 120 ekor disumbat kedua pembuluh darah otaknya selama 10 menit. Pemberian gas hidrogen segera setelah sumbatan terbukti menurunkan secara bermakna mengurangi gangguan kognitif tikus yang mengalami iskemia otak, melalui penurunan kematian sela saraf di daerah tertentu dan hambatan pada stres oksidatif.

4. Hydrogen saline offers neuroprotection by reducing oxidative stress in a focal cerebral ischemia-reperfusion rat model (CAIRAN HIDROGEN MEMBERIKAN NEUROPROTEKSI DENGAN MENGURANGI STRES OKSIDATIF PADA TIKUS PERCOBAAN DENGAN REPERFUSI ISKEMIA OTAK FOKAL). Liu Y, et al. Medical Gas Research, 2011.

Gas hidrogen bersifat neuroprotektif pada model binatang dengan iskemia otak. Cairan kaya hidrogen, yang aman dan lebih mudah digunakan secara klinis dibanding gas hidrogen, diberikan pada kelompok tikus yang dilakukan sumbatan pembuluh darah otak (MCAO, middle cerebral artery occlusion). Cairan kaya hidrogen terbukti secara bermakna mengurangi ukuran infark dan bengkak di otak, serta memperbaiki fungsi neurologis, dan mengurangi konsentrasi radikal bebas di otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan kaya hidrogen bersifat neuroprotektif bila diberikan dalam 6 jam setelah terjadinya iskemia. Karena aman dan mudah digunakan, cairan kaya hidrogen memiliki potensi klinis untuk mengurangi kerusakan neurologis.

5. Hydrogen-rich water protects against ischemic brain injury in rats by regulating calcium buffering proteins (AIR KAYA HIDROGEN MELINDUNGI KERUSAKAN DI OTAK AKIBAT ISKEMIA PADA TIKUS PERCOBAAN DENGAN MENGATUR PROTEIN YANG MENGATUR KALSIUM). Han L, et al. Brain Res, 2015.

Air kaya hidrogen (HRW) memiliki aktivitas antioksidan, dan memberikan efek perlindungan saraf dan kerusakan otak saat terjadi kekurangan aliran darah. Dua kelompok tikus dibagi menjadi dua kelompok, setelah sebelumnya dilakukan sumbatan di pembuluh darah otak. Terapi dengan menggunakan HRW terbukti dapat mengurangi volume infark, memperbaiki fungsi saraf setelah kerusakan otak, dan mengurangi kematian sel saraf akibat toksisitas glutamat melalui regulasi protein pengatur kalsium. Semua hasil ini menunjukkan bahwa HRW dapat melindungi kerusakan otak akibat gangguan aliran darah (iskemia).

6. Neuroprotective effects of hydrogen saline in neonatal hypoxia-ischemia rat model (EFEK PERLINDUNGAN SARAF DARI CAIRAN KAYA HIDROGEN PADA MODEL TIKUS NEONATUS DENGAN HIPOKSIA DAN ISKEMIA). Cai JM, et al. Brain Res, 2009.

Iskemia otak dan hipoksia otak merupakan penyebab utama dari kerusakan otak pada bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan mempelajari efek neuroprotektif jangka pendek dan panjang dari cairan kaya hidrogen menggunakan tikus percobaan pada hipoksia (ligasi arteri karotis komunis kiri). Pemberian hidrogen terbukti menurunkan aktivitas radikal bebas, rasio/ukuran infark, dan memperbaiki fungsi neurologis dan perilaku dalam jangka panjang. Karenanya, cairan kaya hidrogen memiliki potensi digunakan dalam terapi klinis dari iskemia/hipoksia otak dan berbagai kelainan otak lain yang berhubungan dengan iskemia.

7. Protective effects of hydrogen-rich saline in a rat model of permanent focal cerebral ischemia via reducing oxidative stress and inflammatory cytokines (EFEK PROTEKSI CAIRAN KAYA HIDROGEN PADA MODEL TIKUS DENGAN ISKEMIA FOKAL OTAK DENGAN CARA MENURUNKAN STRES OKSIDATIF DAN SITOKIN INFLAMASI). Li J, et al. Brain Research, 2012.

Pemberian cairan kaya hidrogen pada kelompok tikus Sprague-Dawley yang dibuat mengalami iskemia otak fokal yang permanen, terbukti menurunkan volume infark otak dan memperbaiki perilaku neurologis (neurobehaviour), meningkatkan aktivitas antioksidan endogen, dan menurunkan produksi radikal bebas dan sitokin inflamasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa cairan kaya hidrogen memiliki efek neuroproteksi terhadap iskemia otak fokal permanen, melalui penurunan stres oksidatif dan peradangan di otak. Molekul hidrogen karenanya dapat menjadi strategi terapi yang efektif untuk pasien-pasien dengan stroke.

8. Safety of intravenous administration of hydrogen-enriched fluid in patients with acute cerebral ischemia: initial clinical studies (KEAMANAN PEMBERIAN CAIRAN KAYA HIDROGEN INTRAVENA PADA PASIEN-PASIEN DENGAN ISKEMIA OTAK AKUT: STUDI KLINIS AWAL). Nagatani K, et al. Med Gas Res, 2013.

Sebagian besar penelitian terapi hidrogen pada iskemia otak akut dilakukan pada hewan percobaan. Penelitian pada manusia masih sedikit dan partisipannya pun terbatas. Studi prospektif, tidak acak, open-label mengenai pemberian hidrogen intravena dilakukan pada 38 pasien yang dirawat dengan stroke iskemik akut. Komplikasi diamati pada dua pasien, yaitu diare dan gagal jantung. Tidak ada gangguan pada tes laboratorium, tes urine, EKG, dan rontgen dada. Disimpulkan bahwa pemberian cairan kaya hidrogen aman diberikan pada pasien dengan infark akut otak. Pada semua pasien, rata-rata skor stroke (National Institutes of Health Stroke Scale, NIHSS) pada hari ke-7, 30, dan 90 setelah perawatan juga semuanya mengalami perbaikan.

PENELITIAN STROKE PERDARAHAN (PADA HEWAN DAN MANUSIA)

1. Hydrogen gas ameliorates oxidative stress in early brain injury after subarachnoid hemorrhage in rat (GAS HIDROGEN MEMPERBAIKI STRES OKSIDATIF PADA KERUSAKAN OTAK DINI SETELAH PERDARAHAN SUB-ARAKHNOID PADA TIKUS PERCOBAAN). Zan Y, et al. Crit Care Med, 2012.

Gas hidrogen terbukti dapat menetralisir radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek terapi dari inhalasi gas hidrogen dan aktivitas antioksidannya pada kerusakan otak awal setelah perdarahan subarakhnoid pada 137 tikus Sprague-Dawley. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa gas hidrogen secara bermakna mengurangi edema (bengkak) otak dan gangguan sawar darah otak, mengurangi apoptosis, dan memperbaiki fungsi neurologis 24 jam setelah terjadi perdarahan.

2. Hydrogen inhalation is neuroprotective and improves functional outcomes in mice after intracerebral hemorrhage (INHALASI HIDROGEN BERSIFAT NEUROPROTEKTIF DAN MEMPERBAIKI PARAMETER FUNGSIONAL PADA TIKUS SETELAH (STROKE) PERDARAHAN INTRASEREBRAL). Manaenko A, et al. Acta Neurochir Suppl, 2011.

Stres oksidatif berperan penting dalam berkembangnya kerusakan otak sekunder setelah perdarahan intraserebral (Intracerebral hemorrhage, ICH). Injeksi kolagenase yang digunakan untuk membuat model tikus dengan stroke perdarahan ICH menyebabkan edema otak dan menganggu fungsi aktivitas, dan inhalasi hidrogen memperbaiki efek-efek tersebut secara akut (dalam 24 jam), dan cenderung memberikan perbaikan dalam 72 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inhalasi hidrogen memberikan efek proteksi otak yang akut pada model tikus dengan stroke perdarahan.

3. Hydrogen-rich saline alleviates early brain injury via reducing oxidative stress and brain edema following experimental subarachnoid hemorrhage in rabbits (CAIRAN KAYA HIDROGEN MENGURANGI KERUSAKAN DINI OTAK MELALUI PENURUNAN STRES OKSIDATIF DAN EDEMA OTAK PADA KELINCI PERCOBAAN DENGAN PERDARAHAN SUBARAKHNOID). Zhuang Z, et al. BMC Neurosci, 2012.

Penelitian menunjukkan bahwa kerusakan otak dini setelah perdarahan subarakhnoid berperan utama dalam manifestasi klinis yang buruk, dan diasosiasikan dengan stres oksidatif dan pembengkakan otak. Terapi dengan cairan kaya hidrogen dapat mengurangi kerusakan otak dengan menurunkan stres oksidatif dan edema otak apda binatang percobaan. Karena itu, kami menyimpulkan bahwa molekul hidrogen memiliki potensi sebagai agen terapi baru untuk penanganan kerusakan otak dini pasca perdarahan subarakhnoid.

4. Effects of intravenous infusion of hydrogen-rich fluid combined with intra-cisternal infusion of magnesium sulfate in severe aneurysmal subarachnoid hemorrhage: study protocol for a randomized controlled trial (EFEK INFUS INTRAVENA CAIRAN KAYA HIDROGEN DIKOMBINASIKAN INFUS MAGNESIUM SULFAT INTRA-CISTERNAL PADA PERDARAHAN SUBARAKHNOID ANEURISMA BERAT: PROTOKOL PENELITIAN UNTUK UJI ACAK TERKONTROL). Takeuchi S, et al. BMC Neurol. 2014.

Sebuah uji klinis acak terkontrol dilakukan untuk meneliti efek strategi terapi pemberian molekul hidrogen terhadap kejadian vasospasme otak, penundaan iskemia otak, dan manifestasi klinis setelah perdarahan sub-arakhnoid yang berat. Studi klinis acak terkontrol, kontrol plasebo, tersamar ganda, melibatkan 450 pasien dengan perdarahan otak di dua rumah sakit. Dibuat tiga kelompok: kelompok yang mendapat magnesium intra-sisternal dikombinasi infus cairan kaya hidrogen intravena, kelompok yang mendapat magnesium saja, dan kelompok kontrol. Masing-masing mendapat perlakuan selama 14 hari. Manifestasi klinis sekunder dan parameter laboratorium dievaluasi lagi dalam 3, 6, dan 12 bulan setelah terjadinya stroke perdarahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai efektivitas dan keamanan dari molekul hidrogen untuk pasien stroke, khususnya akibat perdarahan.

MANFAAT KLINIS UNTUK REHABILITASI PASCA STROKE

Pasien pasca stroke sering mengalami gangguan kognitif dan gangguan memori. Mereka juga sering mengalami stres serta depresi akibat penyakitnya yang mendadak, berat, dan menyebabkan gangguan fungsi sehari-hari yang berat.

Air alkali terionisasi yang mengandung molekul hidrogen memiliki banyak manfaat untuk para penderita stroke menangani berbagai masalah di atas, dan membantunya melewati masa pemulihan dengan lebih baik.

Penelitian manfaat pada memori, fungsi kognitif, dan depresi:

1. Molecular hydrogen: an overview of its neurobiological effects and therapeutic potential for bipolar disorder and schizophrenia (MOLEKUL HIDROGEN: TINJAUAN EFEK NEUROBIOLOGIS DAN POTENSI TERAPINYA PADA GANGGUAN BIPOLAR DAN SKIZOFRENIA). Ghanizadeh A & Berk M. Med Gas Res, 2013.

2. Effects of hydrogen-rich water on depressive-like behavior in mice (EFEK AIR KAYA HIDROGEN PADA PERILAKU DEPRESI PADA TIKUS PERCOBAAN). Zhang Y et al. Sci Rep. 2016

3. Hydrogen-rich saline improves memory function in a rat model of amyloid-beta-induced Alzheimer’s disease by reduction of oxidative stress (CAIRAN KAYA HIDROGEN MEMPERBAIKI FUNGSI MEMORI PADA MODEL TIKUS ALZHEIMER DENGAN MENURUNKAN STRES OKSIDATIF). Li J, et al. Brain Res, 2010.

4. Drinking Hydrogen Water Ameliorated Cognitive Impairment in Senescence-Accelerated Mice (MINUM AIR KAYA HIDROGEN MEMPERBAIKI GANGGUAN KOGNITIF PADA TIKUS YANG MENGALAMI PENUAAN DIPERCEPAT). Gu, Y, et al. Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, 2010.

5. Hydrogen-rich saline reverses oxidative stress, cognitive impairment, and mortality in rats submitted to sepsis by cecal ligation and puncture (CAIRAN KAYA HIDROGEN MEMPERBAIKI STRES OKSIDATIF, GANGGUAN KOGNITIF, DAN MORTALITAS PADA TIKUS YANG MENGALAMI SEPSIS LEWAT LIGASI DAN PUNGSI SEKAL). Zhou J, et al. Journal of Surgical Research, 2012.

6. Inhalation of hydrogen gas attenuates cognitive impairment in transient cerebral ischemia via inhibition of oxidative stress (INHALASI GAS HIDROGEN MEMPERBAIKI GANGGUAN KOGNITIF PADA ISKEMIA OTAK SEMENTARA MELALUI HAMBATAN PADA STRES OKSIDATIF). Ge P, et al. Neurological Research, 2012.

7. Consumption of Molecular Hydrogen Prevents the Stress-Induced Impairments in Hippocampus-Dependent Learning Tasks during Chronic Physical Restraint in Mice (KONSUMSI MOLEKUL HIDROGEN MENCEGAH GANGGUAN YANG DICETUSKAN OLEH STRES DI PUSAT BELAJAR DI HIPOKAMPUS SELAMA STRES FISIK KRONIS PADA TIKUS PERCOBAAN). Nagata K, et al. Neuropsychopharmacology, 2009.

PENUTUP

Berbagai penelitian di atas, baik pada hewan percobaan maupun penelitian terkontrol pada manusia menunjukkan manfaat dan keamanan dari air alkali terionisasi, pada pengelolaan pasien-pasien stroke, maupun membantu mereka melewati gangguan memori, kognitif, dan depresi di masa rehabilitasi.

Karena profil keamanan serta tingkat kepatuhannya yang tinggi, metode minum air alkali kaya hidrogen ini dapat menjadi salah satu modalitas terapi tambahan pada pasien stroke. Selain itu manfaat luas dari air alkali di bidang kesehatan, diharapkan dapat membantu pasien mengontrol faktor-faktor risiko stroke ulang serta meningkatkan kualitas hidup para penderita.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

AIR ALKALI & STROKEOleh:Andi Pratama DharmaDokter Spesialis Penyakit Dalam Divisi AntiAging & ERW Centre Klinik…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 26 Desember 2017

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO