SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

PENDAHULUAN

Menurut American Board of Preventive Medicine, Ilmu Kedokteran Pencegahan adalah spesialisasi medis yang memfokuskan diri pada kesehatan individu, komunitas, dan populasi tertentu, dengan tujuan melindungi, meningkatkan, dan mempertahankan kesehatan yang berkualitas dan mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian.

Bila hendak menerapkan Preventive Medicine di Indonesia, langkah-langkah logisnya adalah:
1. Mengetahui apa saja penyebab kematian utama di Indonesia.
2. Selanjutnya mempelajari hal apa saja yang menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit penyebab kematian tersebut.
3. Langkah berikutnya, adalah mempelajari intervensi apa saja yang terbukti efektif dalam mengelola berbagai faktor risiko tersebut, kemudian berusaha menerapkannya di masyarakat luas.

Oke, kita coba bahas secara singkat yah.

ANGKA HARAPAN HIDUP & PENYEBAB KEMATIAN DI INDONESIA

Menurut WHO, angka harapan hidup orang Indonesia di tahun 2015 adalah 69,1 tahun (di posisi ke-120 dunia pada Life Expectancy and Health Adjusted Life Expectancy, WHO Report 2015).

(Link: http://www.worldlifeexpectancy.com/country-health…/indonesia)

Ini artinya, kalo situ punya KTP Asli Indonesia, berarti umurnya tidak akan jauh dari 69 tahun. Bervariasi sih. Tapi kalo dipukul rata, penduduk yang tinggal dari Sabang sampai Merauke itu, baik laki-laki maupun perempuan, umurnya rata-rata adalah 69 tahun.

Nah, pertanyaan selanjutnya, penyakit apa saja yang menjadi penyebab kematian utamanya?

Masih menurut data WHO, dari 50 penyebab kematian utama di Indonesia, di 20 besar mendominasi penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah bila dilakukan intervensi yang tepat sejak dini.

Penyakit utama penyebab kematian sebagian besar penduduk di Indonesia adalah:
Stroke, penyakit jantung (koroner), diabetes melitus, penyakit paru (TBC, PPOK atau asma, pneumonia), hipertensi, penyakit ginjal, penyakit liver, dan berbagai jenis kanker.

(Link: http://www.worldlifeexpectancy.com/country-health…/indonesia)

APA SAJA FAKTOR RISIKONYA?

Langkah berikutnya dalam preventive medicine adalah mengenali apa saja faktor risiko berbagai penyakit berat tadi?

Dari berbagai riset luas dan intensif di bidang kesehatan, berbagai penyakit di atas ternyata memiliki faktor-faktor risiko yang hampir sama dan saling berkaitan satu sama lain.

Lima faktor risiko utama dari berbagai penyakit yang menyebabkan sebagian besar kematian para penduduk di Indonesia adalah:
1. Gula darah yang tinggi (diabetes dan pra-diabetes)
2. Tekanan darah tinggi (hipertensi dan pra-hipertensi)
3. Kadar lemak darah yang tinggi (dislipidemia)
4. Kelebihan berat badan (obesitas)
5. Radikal bebas (rokok, polusi, pestisida, zat-zat karsinogenik dan beracun lain, dsb)

Pesan utamanya:
Bila sejak dini masyarakat dapat mencegah dan/atau mengelola berbagai faktor di atas, maka risiko berkembangnya berbagai penyakit berat bisa dikurangi secara signifikan, morbiditas dan mortalitas menurun, sehingga kualitas dan produktivitas masyarakat Indonesia di usia lanjut bisa menjadi jauh lebih baik.

UPAYA INTERVENSI APA SAJA YANG EFEKTIF MENCEGAHNYA?

Langkah selanjutnya dalam upaya pencegahan penyakit yang paripurna adalah mempelajari upaya apa saja yang efektif mengelola berbagai faktor risiko di atas, agar tidak berkembang menjadi penyakit yang berbahaya di kemudian hari?

Para ahli kedokteran di berbagai cabangnya telah sepakat, bahwa cara yang efektif untuk mencegah kelima faktor risiko di atas adalah:
1. Olahraga yang rutin, intensif, dan teratur (SEUMUR HIDUP)
2. Menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal (SEUMUR HIDUP)
3. Diet yang sehat: rendah garam, rendah lemak, rendah gula (SEUMUR HIDUP)
4. Konsumsi antioksidan setiap hari (SEUMUR HIDUP)
5. Kontrol dokter teratur dan medical check-up berkala (SEUMUR HIDUP)

Singkatnya, metode pencegahan penyakit di dunia kedokteran saat ini meliputi:
Diet, olahraga, pola hidup sehat, dan minum obat.

Sampai di sini sih, sebenarnya tidak ada masalah. Semua pakar, semua dokter, semua tenaga kesehatan, di berbagai belahan dunia sepakat nggak pake protes, nggak pake koma.

APA MASALAH UTAMANYA?

Masalah dan pertanyaan besarnya adalah:
Bila para ahli telah mengetahui berbagai cara intervensi yang telah terbukti efektif secara ilmiah, yang dibuktikan lewat ratusan bahkan ribuan penelitian terpercaya di berbagai jurnal kedokteran bergengsi, mengapa berbagai penyakit berat tadi terus terjadi?

Semua metode di atas terbukti lewat banyak penelitian EFEKTIF dalam mencegah berbagai penyakit, namun dengan satu syarat. Apa syaratnya? Efektif sih, asal dapat konsisten dijalankan seumur hidup. Mengapa seumur hidup? Karena program pencegahan penyakit adalah usaha yang harus dilaksanakan sepanjang usia oleh setiap orang.

Kita tidak bisa mencegah terjadinya penyakit gula darah pada pasien pra-diabetes misalnya, dengan berolahraga teratur dan melaksanakan diet sehat hanya untuk 1-2 tahun misalnya. Intinya, program pencegahan penyakit apapun harus bisa dijalankan terus menerus seumur hidup, terutama oleh mereka yang memiliki risiko tinggi.

Jadi masalah utamanya terletak pada kata SEUMUR HIDUP-nya.

PERTANYAAN BESARNYA: EFEKTIF TAPI?

Apakah berbagai metode di atas dapat dilaksanakan kebanyakan orang secara disiplin dalam jangka waktu yang panjang?

Berbagai literatur membuktikan betapa rendahnya tingkat kepatuhan pasien (pada penyakit apapun) dalam hal menjalankan program diet, olahraga, atau minum obat teratur dalam jangka panjang. Salah satunya adalah penelitian berikut:

Factors affecting therapeutic compliance: A review from the patient’s perspective. Jing Jin, et al. Ther Clin Risk Manag. 2008 Feb; 4(1): 269–286.
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2503662/)

Para penulisnya melakukan telaah kepustakaan tentang kepatuhan terapi dari 2095 penelitian sejak tahun 1970 hingga 2005 di berbagai jurnal kedokteran yang terdapat di Medline. Terungkap (dari lebih 100 penelitian terpilih) bahwa kepatuhan minum obat pada penyakit kronis rata-rata mencapai tidak lebih dari 40-50%. Sementara kepatuhan pada perubahan gaya hidup (diet dan olahraga) malah jauh lebih rendah. Rata-rata hanya 20-30% pasien saja yang bisa disiplin berolahraga dan melaksanakan diet yang sehat dan ketat dalam waktu yang lama.

Hal ini menyebabkan dunia kedokteran mengalami kesulitan menghambat peningkatan berbagai penyakit berat dan kronis seiring bertambahnya usia, bila hanya mengandalkan diet, olahraga, dan obat-obatan.

Padahal berbagai upaya pencegahan di atas hampir selalu disarankan oleh para tenaga kesehatan, lengkap dengan berbagai inovasi untuk meningkatkan kepatuhan para pasien dalam menjalankannya.

Kesimpulannya:
“Jadi masalahnya bukan pada proses edukasi yang konsisten dan berkelanjutan dari para tenaga kesehatan, tetapi lebih ke bagaimana memastikan masyarakat luas mampu melaksanakan seluruh upaya pencegahan tersebut secara konsisten sepanjang usianya. Ini karena diet yang ketat, olahraga yang adekuat, konsumsi antioksidan teratur, kontrol dokter dan medical check-up berkala, serta berbagai pola hidup sehat lainnya AMAT SANGAT SULIT UNTUK DITERAPKAN DALAM JANGKA PANJANG.”

Ya, sebulan dua bulan sih oke. Setahun dua tahun, masih bisa lah. Sepuluh tahun? Dua puluh tahun? Seumur hidup? Ada juga yang bisa sih, biasanya kurang dari 10% populasi risiko tinggi. Sisanya?

Jadi hubungan dengan judul di atas apa?
Air Alkali dalam Upaya Pencegahan Penyakit Berat.

Hubungannya jelas:
Bila konsumsi air alkali terbukti secara ilmiah dapat mengelola berbagai faktor risiko di atas, berarti cara ini bisa menjadi salah satu alternatif solusi pencegahan penyakit di masa depan.

Kenapa bisa jadi solusi?
Karena tidak pernah ada masalah dan tidak akan pernah ada masalah dengan MINUM AIR PUTIH SEUMUR HIDUP.

Pertanyaan logisnya: Memang bisa? Memang ada penelitiannya?

Berikut uraian beberapa penelitian tentang air alkali pada berbagai faktor risiko di atas (diuraikan di Journal Trend in Food Science & Technology tahun 2012, yang makalah lengkapnya bisa didownload lewat link di bawah ini:

http://www.nihon-trim.co.jp/…/en_health_%20benefit_of_reduc…)

Sebuah penelitian di Jepang pada 411 pasien diabetes tipe 2 (rata-rata 71,5 tahun) yang minum 2 liter air alkali per hari, setelah minum selama 6 hari, sekitar 45% pasien menurun kadar gula darahnya secara bermakna. Kadar gula dan HbA1c juga terus membaik setelah minum air alkali dalam waktu yang lebih lama. Selain itu, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan kreatinin (fungsi ginjal) ikut membaik secara bermakna. Bila diminum terus dalam waktu yang lebih lama, jumlah partisipan yang mengalami perbaikan (dari 45%) terus meningkat secara bermakna.

Pada penelitian lain di First Central Hospital di China, setelah minum 2 liter air alkali selama dua bulan, perbaikan gula darah yang signifikan dilaporkan terjadi pada 89% dari 65 pasien diabetes dan 92% dari 50 pasien dengan dislipidemia (kolesterol yang tinggi).

Sebuah uji klinis tersamar ganda di Universitas Hiroshima Jepang dilakukan pada 100 subjek yang dimulai di bulan November 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 liter air alkali yang diminum selama 10 bulan ternyata memiliki efek anti sindroma metabolik, yaitu menurunkan kadar glukosa darah puasa, tekanan darah, kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, fungsi liver, asam urat, dan meningkatkan kadar leptin secara bermakna (hormon yang salah satunya berfungsi menurunkan nafsu makan).

Adapun mengenai manfaat air alkali sebagai antioksidan, pernah diungkapkan salah seorang yang pakar teknologi, Chief Engineer Google, pemenang penghargaan bidang teknologi paling bergengsi di Amerika, dr. Ray Kurzwell,

“There are more benefits to “alkaline water” than simply the alkalinity or pH. The most important feature of alkaline water produced by a water alkalinizer is its oxidation reduction potential (ORP). Water with a high negative ORP is of particular value in its ability to neutralize oxygen free radicals.”

Dari berbagai penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan:
Konsumsi air alkali secara teratur terbukti dapat menurunkan kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, dan meningkatkan kolesterol HDL. Konsumsi air alkali juga berpotensi menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan kadar hormon leptin. Selain itu, dengan minum air alkali setiap hari, berarti kita mengkonsumsi antioksidan secara teratur yang dapat menetralisir berbagai radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Seorang penulis best seller berbagai buku kesehatan di Amerika, Dr. Susan Lark, MD, pernah mengatakan:
“Drinking 4-6 glasses of alkaline water a day can help the body againts the development of heart disease, stroke, immune dysfunctions, and other common ailments.”

(Minum 4-6 gelas air alkali per hari dapat membantu tubuh melawan berkembangnya penyakit jantung, stroke, gangguan sistem imun, dan berbagai penyakit yang sering terjadi.)

LITERATUR AIR ALKALI DI BIDANG PREVENTIVE MEDICINE

Sebagai referensi tambahan, berikut ini saya kumpulkan berbagai penelitian air alkali, (Electrolyzed Reduced Water atau Hydrogen Rich Water) yang berhubungan dengan berbagai faktor risiko utama berbagai penyakit berat tadi. Nomor di awal penelitian mengacu pada nomor penelitian di situs www.molecularhydrogenfoundation.org, suatu lembaga ilmiah yang khusus mempromosikan penggunaan air alkali di dunia kedokteran.

SEBAGAI ANTIOKSIDAN (PENETRALISIR RADIKAL BEBAS)

3.Hanaoka, K., Antioxidant effects of reduced water produced by electrolysis of sodium chloride solutions. Journal of Applied Electrochemistry, 2001. 31(12): p. 1307-1313.

8.Lee, M.Y., et al., Electrolyzed-reduced water protects against oxidative damage to DNA, RNA, and protein. Appl Biochem Biotechnol, 2006. 135(2): p. 133-44.

12.Park, S.K., et al., Electrolyzed-reduced water confers increased resistance to environmental stresses. Molecular & Cellular Toxicology, 2012. 8(3): p. 241-247.

13.Park, S.K. and S.K. Park, Electrolyzed-reduced water increases resistance to oxidative stress, fertility, and lifespan via insulin/IGF-1-like signal in C. elegans. Biol Res, 2013. 46(2): p. 147-52.

17.Shirahata, S., et al., Electrolyzed-reduced water scavenges active oxygen species and protects DNA from oxidative damage. Biochemical and Biophysical Research Communications, 1997. 234(1): p. 269-274.

21.Yanagihara, T., et al., Electrolyzed hydrogen-saturated water for drinking use elicits an antioxidative effect: a feeding test with rats. Biosci Biotechnol Biochem, 2005. 69(10): p. 1985-7.

265.Hiraoka, A., et al., Effects of drinking a water product with anti-oxidant activities in vitro on the blood levels of biomarker substances for the oxidative stress. Journal of Health Science, 2006. 52(6): p. 817-820.

109.Shirahata, S.K., K. Kusumoto, M. Gotoh, K. Teruya, K. Otsubo, J. S. Morisawa, H. Hayashi, K. Katakura, Electrolyzed Reduced Water Which Can Scavenge Active Oxygen Species Suppresses Cell Growth and Regulates Gene Expression of Animal Cells. New Developments and New Applications in Animal Cell Technology, 2002: p. 93-96.

9.Ohsawa, I., et al., Hydrogen acts as a therapeutic antioxidant by selectively reducing cytotoxic oxygen radicals. Nat Med, 2007. 13(6): p. 688-694.

443.Yeunhwa GU, K.O., Taigo FUj, Yuka ITOKAWA, et al., Anti Type 2 Diabetic Effect and Anti-oxidation Effect in Active Hydrogen Water Administration KK-Ay Mice. Medicine and Biology, 2006. 150(11): p. 384-392.

6.Hiraoka, A., et al., Studies on the properties and real existence of aqueous solution systems that are assumed to have antioxidant activities by the action of “active hydrogen”‘. Journal of Health Science, 2004. 50(5): p. 456-465.

7.Kato, S., D. Matsuoka, and N. Miwa, Antioxidant activities of nano-bubble hydrogen-dissolved water assessed by ESR and 2, 2′-bipyridyl methods. Materials Science and Engineering:, 2015. C 53: p. 7-10.

205.Nakao, A., et al., Therapeutic Antioxidant Medical Gas. Journal of Clinical Biochemistry & Nutrition, 2009. 44(1): p. 1-13.

420.Jiang, H., et al., Hydrogen-rich medium suppresses the generation of reactive oxygen species, elevates the Bcl-2/Bax ratio and inhibits advanced glycation end product-induced apoptosis. Int J Mol Med, 2013. 31(6): p. 1381-7.

Han AL et al. Hydrogen treatment protects against cell death and senescence induced by oxidative damage. J Microbiol Biotechnol. 2016.

458.Tsubone, H., et al., Effect of Treadmill Exercise and Hydrogen-rich Water Intake on Serum Oxidative and Anti-oxidative Metabolites in Serum of Thoroughbred Horses. J Equine Sci, 2013. 24(1): p. 1-8.

Ren A et al. Hydrogen-rich water regulates effects of ROS balance on morphology, growth and secondary metabolism via glutathione peroxidase in Ganoderma lucidum. Environ Microbiol. 2016

195.Hong, Y., S. Chen, and J.M. Zhang, Hydrogen as a selective antioxidant: a review of clinical and experimental studies. Journal of International Medical Research, 2010. 38(6): p. 1893-903.

10.Ohta, S., Molecular hydrogen as a novel antioxidant: overview of the advantages of hydrogen for medical applications. Methods Enzymol, 2015. 555: p. 289-317.

202.Liu, S., X. Sun, and H. Tao, Hydrogen from a biologically inert gas to a unique antioxidant. Second Military Medical University

209.Ohta, S., [Hydrogen gas and hydrogen water act as a therapeutic and preventive antioxidant with a novel concept]. Nihon Ronen Igakkai Zasshi, 2008. 45(4): p. 355-62.

4.Hanaoka, K., et al., The mechanism of the enhanced antioxidant effects against superoxide anion radicals of reduced water produced by electrolysis. Biophysical Chemistry, 2004. 107(1): p. 71-82.

SINDROMA METABOLIK
(Kumpulan faktor risiko obesitas, pra-diabetes, pra-hipertensi, dislipidemia, dan resistensi insulin)

280.Nakao, A., et al., Effectiveness of Hydrogen Rich Water on Antioxidant Status of Subjects with Potential Metabolic Syndrome-An Open Label Pilot Study. Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, 2010. 46(2): p. 140-149.

416.Hashimoto, M., et al., Effects of hydrogen-rich water on abnormalities in a SHR.Cg-Leprcp/NDmcr rat – a metabolic syndrome rat model. Medical Gas Research, 2011. 1(1): p. 26.

290.Song, G., et al., Hydrogen-rich water decreases serum LDL-cholesterol levels and improves HDL function in patients with potential metabolic syndrome. Journal of Lipid Research, 2013. 54(7): p. 1884-93.

OBESITAS (KEGEMUKAN)

456.Morita, C., T. Nishida, and K. Ito, Biological toxicity of acid electrolyzed functional water: effect of oral administration on mouse digestive tract and changes in body weight. Arch Oral Biol, 2011. 56(4): p. 359-66.

418.Ignacio, R.M., et al., Anti-obesity effect of alkaline reduced water in high fat-fed obese mice. Biol Pharm Bull, 2013. 36(7): p. 1052-9.

422.Kamimura, N., et al., Molecular Hydrogen Improves Obesity and Diabetes by Inducing Hepatic FGF21 and Stimulating Energy Metabolism in db/db Mice. Obesity, 2011.

DISLIPIDEMIA

272.Kajiyama, S., et al., Supplementation of hydrogen-rich water improves lipid and glucose metabolism in patients with type 2 diabetes or impaired glucose tolerance. Nutrition Research, 2008. 28: p. 137–143.

290.Song, G., et al., Hydrogen-rich water decreases serum LDL-cholesterol levels and improves HDL function in patients with potential metabolic syndrome. Journal of Lipid Research, 2013. 54(7): p. 1884-93.

447.Zong, C., et al., Administration of hydrogen-saturated saline decreases plasma low-density lipoprotein cholesterol levels and improves high-density lipoprotein function in high-fat diet-fed hamsters. Metabolism, 2012. 61(6): p. 794-800.

402.Abe, M., et al., Suppressive Effect of ERW on Lipid Peroxidation and Plasma Triglyceride Level, in Animal Cell Technology: Basic & Applied Aspects. S. Netherlands, Editor. 2010. p. 315-321.

405.Chao, Y.C. and M.T. Chiang, Effect of alkaline reduced water on erythrocyte oxidative status and plasma lipids of spontaneously hypertensive rats. Taiwanese Journal of Agricultural Chemistry and Food Science, 2009. 47(2): p. 71-72.

409.Dan, J., et al., Effect of mineral induced alkaline reduced water on sprague-dawley rats fed on a high fat diet. J. Exp. Biomed. Sci., 2006. 12: p. 1-7.

410.Ekuni, D., et al., Hydrogen-rich water prevents lipid deposition in the descending aorta in a rat periodontitis model. Arch Oral Biol, 2012. 57(12): p. 1615-22.

415.Hamaskai, T., et al., The suppressive effect of electrolyzed reduced water on lipid peroxidation. Animal Cell Technology: Basic & Applied Aspects, 2003. 13: p. 381-385.

418.Ignacio, R.M., et al., Anti-obesity effect of alkaline reduced water in high fat-fed obese mice. Biol Pharm Bull, 2013. 36(7): p. 1052-9.

419.Iio, A., et al., Molecular hydrogen attenuates fatty acid uptake and lipid accumulation through downregulating CD36 expression in HepG2 cells. Medical Gas Research, 2013. 3(1): p. 6.

423.Kawai, D., et al., Hydrogen-rich water prevents progression of nonalcoholic steatohepatitis and accompanying hepatocarcinogenesis in mice. Hepatology, 2012. 56(3): p. 912-21.

432.Nishioka, S., et al., Effect of hydrogen gas inhalation on lipid metabolism and left ventricular remodeling induced by intermittent hypoxia in mice. European Heart Journal, 2012. 33: p. 794-794.

434.Ohsawa, I., et al., Consumption of hydrogen water prevents atherosclerosis in apoliporotein E knockout mice. Biochem Biophys Res Commun, 2008. 377(4): p. 1195-8.

437.Song, G., et al., H2 inhibits TNF-alpha-induced lectin-like oxidized LDL receptor-1 expression by inhibiting nuclear factor kappaB activation in endothelial cells. Biotechnology Letters, 2011. 33(9): p. 1715-22.

438.Song, G., et al., Hydrogen decreases athero-susceptibility in apolipoprotein B-containing lipoproteins and aorta of apolipoprotein E knockout mice. Atherosclerosis, 2012. 221(1): p. 55-65.

DIABETES, PRA-DIABETES, & KOMPLIKASINYA

272.Kajiyama, S., et al., Supplementation of hydrogen-rich water improves lipid and glucose metabolism in patients with type 2 diabetes or impaired glucose tolerance. Nutrition Research, 2008. 28: p. 137–143.

319.Luo, Z.L., et al., Hydrogen-Rich Saline Protects against Ischemia/Reperfusion Injury in Grafts after Pancreas Transplantations by Reducing Oxidative Stress in Rats. Mediators Inflamm, 2015. 2015: p. 281985.

128.Xiao, X., et al., Protective effects of hydrogen saline on diabetic retinopathy in a streptozotocin-induced diabetic rat model. Journal of Ocular Pharmacology and Therapeutics, 2012. 28(1): p. 76-82.

182.Chen, J., et al., Hydrogen therapy may be a promising, safe and effective treatment for diabetic erectile dysfunction: a hypothesis. Alternative Medicine Studies, 2011. 1(1): p. 11.

413.GU, H.Y., et al., Anti-oxidation Effect and Anti Type 2 Diabetic Effect in Active Hydrogen Water. Medicine and Biology, 2006. 150(11): p. 384-392.

40.Feng, Y., et al., Hydrogen-rich saline prevents early neurovascular dysfunction resulting from inhibition of oxidative stress in STZ-diabetic rats. Curr Eye Res, 2013. 38(3): p. 396-404.

460.Yahagi, N., et al., Effect of electrolyzed water on wound healing. Artificial Organs, 2000. 24(12): p. 984-987.

433.Oda, M., et al., Electrolyzed and natural reduced water exhibit insulin-like activity on glucose uptake into muscle cells and adipocytes. Animal Cell Technology: Products from Cells, Cells as Products, 2000: p. 425-427.

422.Kamimura, N., et al., Molecular Hydrogen Improves Obesity and Diabetes by Inducing Hepatic FGF21 and Stimulating Energy Metabolism in db/db Mice. Obesity, 2011.

424.Kim, H.-W., Alkaline Reduced Water produced by UMQ showed Anti-cancer and Anti-diabetic effect. published online at http://www.korea-water.com/images/e_q.pdf 2004.

425.Kim, M.J. and H.K. Kim, Anti-diabetic effects of electrolyzed reduced water in streptozotocin-induced and genetic diabetic mice. Life Sci, 2006. 79(24): p. 2288-92.

426.Kim, M.J., et al., Preservative effect of electrolyzed reduced water on pancreatic beta-cell mass in diabetic db/db mice. Biol Pharm Bull, 2007. 30(2): p. 234-6.

427.Li, Y., et al., Protective mechanism of reduced water against alloxan-induced pancreatic beta-cell damage: Scavenging effect against reactive oxygen species. Cytotechnology, 2002. 40(1-3): p. 139-49.

428.Li, Y.-P., Teruya, K., Katakura, Y., Kabayama, S., Otsubo, K.,Morisawa, S., et al, Effect of reduced water on the apoptotic cell death triggered by oxidative stress in pancreatic b HIT-T15 cell. Animal cell technology meets genomics, 2005: p. 121-124.

429.Li, Y., et al., Suppressive effects of electrolyzed reduced water on alloxan-induced apoptosis and type 1 diabetes mellitus. Cytotechnology, 2011. 63(2): p. 119-31.

433.Oda, M., et al., Electrolyzed and natural reduced water exhibit insulin-like activity on glucose uptake into muscle cells and adipocytes. Animal Cell Technology: Products from Cells, Cells as Products, 2000: p. 425-427.

435.Shirahata, S., Anti-oxidative water improves diabetes. 2001.

436.Shirahata, S., et al., Anti-diabetes effect of water containing hydrogen molecule and Pt nanoparticles. BMC Proc, 2011. 5 Suppl 8: p. P18.

441.Wang, Q.J., et al., Therapeutic effects of hydrogen saturated saline on rat diabetic model and insulin resistant model via reduction of oxidative stress. Chin Med J (Engl), 2012. 125(9): p. 1633-7.

443.Yeunhwa GU, K.O., Taigo FUj, Yuka ITOKAWA, et al., Anti Type 2 Diabetic Effect and Anti-oxidation Effect in Active Hydrogen Water Administration KK-Ay Mice. Medicine and Biology, 2006. 150(11): p. 384-392.

444.Yu, P., et al., Hydrogen-rich medium protects human skin fibroblasts from high glucose or mannitol induced oxidative damage. Biochemical and Biophysical Research Communications, 2011. 409(2): p. 350-5.

448.Yokoyama, J.-m.K.a.K., Effects of alkaline ionized water on spontaneously diabetic GK-rats fed sucrose. Korea. J. of Lab. Anim Sa, 1997. 13(2): p. 187-190.

403.Amitani, H., et al., Hydrogen Improves Glycemic Control in Type1 Diabetic Animal Model by Promoting Glucose Uptake into Skeletal Muscle. PLoS One, 2013. 8(1).

406.Chen, C.H., et al., Hydrogen Gas Reduced Acute Hyperglycemia-Enhanced Hemorrhagic Transformation in a Focal Ischemia Rat Model. Neuroscience, 2010. 169(1): p. 402-414.

412.Fan, M., et al., Protective effects of hydrogen-rich saline against erectile dysfunction in a streptozotocin induced diabetic rat model. Journal of Urology, 2013. 190(1): p. 350-6.

413.GU, H.Y., et al., Anti-oxidation Effect and Anti Type 2 Diabetic Effect in Active Hydrogen Water. Medicine and Biology, 2006. 150(11): p. 384-392.

420.Jiang, H., et al., Hydrogen-rich medium suppresses the generation of reactive oxygen species, elevates the Bcl-2/Bax ratio and inhibits advanced glycation end product-induced apoptosis. Int J Mol Med, 2013. 31(6): p. 1381-7.

421.Jin, D., et al., Anti-diabetic effect of alkaline-reduced water on OLETF rats. Biosci Biotechnol Biochem, 2006. 70(1): p. 31-7.

348.Ohaski, Y., et al., Electrolyzed water reduces urinary protein excretion in the streptozotocin induced diabetic Dahl salt sensitive rats. The FASEB Journal, 2008. 22: p. 947.17.

HIPERTENSI

391. Qiu, X.C., et al., [Effect of hydrogen-rich saline on blood pressure and antioxidant ability of lung tissue in scalded rats following delayed resuscitation]. Zhonghua Shao Shang Za Zhi, 2010. 26(6): p. 435-8.

405.Chao, Y.C. and M.T. Chiang, Effect of alkaline reduced water on erythrocyte oxidative status and plasma lipids of spontaneously hypertensive rats. Taiwanese Journal of Agricultural Chemistry and Food Science, 2009. 47(2): p. 71-72.

442.Yang, X., et al., Protective effects of hydrogen-rich saline in preeclampsia rat model. Placenta, 2011. 32(9): p. 681-6.

445.Yu, Y.S. and H. Zheng, Chronic hydrogen-rich saline treatment reduces oxidative stress and attenuates left ventricular hypertrophy in spontaneous hypertensive rats. Mol Cell Biochem, 2012. 365(1-2): p. 233-42.

446.Zheng, H. and Y.S. Yu, Chronic hydrogen-rich saline treatment attenuates vascular dysfunction in spontaneous hypertensive rats. Biochemical Pharmacology, 2012. 83(9): p. 1269-77.

Semoga bermanfaat.
Andi Pratama Dharma

Sumber:

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO