SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

Beberapa hari yang lalu, di Whatsapp grup Keluarga Muslim FK Unpad Angkatan ’95, salah satu sahabat saya bertanya:

@Andi Pratama Dharma: mau nanya kalo alkaline water bisa utk terapi autoimun disease terutama lupus, tetangga ada yg kena lupus, mungkin sdh terlalu lama dan banyak minum obat, pengen ada obat alternatif. Mungkin sekalian kalo ada jurnalnya.

Saya share jawabannya di sini, setelah dilengkapi dengan sedikit bahasan umum tentang penyakit autoimun.

In memoriam of adinda tercinta semata wayang, Mutia Dharma, yang dianugrahi-Nya kesempatan untuk semoga melebur segala dosa-dosanya dan menjemput khusnul khotimah, hidup selama dua tahun bersama systemic sclerosis, salah satu penyakit autoimun yang ganas, yang akhirnya membawanya berpulang di akhir Februari 2017.

Tulisan ini juga menjadi salah satu pelipur lara sedikit penyesalan saya, yang baru mengenal dan menghadirkan mesin air alkali buatnya setahun setelah almarhumah terkena penyakit tersebut.

Still miss you so much, dear…

“I do not mourn the loss of my sister because she will always be with me, in my heart. I am, however, rather annoyed that my sister has left me to suffer you lot alone. I do not see as well without her. I do not hear as well without her. I do not feel as well without her. I would be better off without a hand or a leg than without my sister. Then at least she would be here to mock my appearance and claim to be the pretty one for a change. We have all lost our sister, but I have lost a part of myself as well.”
(Erin Morgenstern)

—————————-

DEFINISI & BATASAN PENYAKIT AUTOIMUN

Berikut salah satu pengertian autoimun yang paling sederhana:

– An illness that occurs when the body tissues are attacked by its own immune system

(Sebuah penyakit yang terjadi ketika jaringan tubuh diserang oleh sistem pertahanan tubuhnya sendiri).

– An autoimmune disease develops when your immune system, which defends your body against disease, decides your healthy cells are foreign. As a result, your immune system attacks healthy cells

(Penyakit autoimun berkembang ketika sistem pertahanan tubuh kita, yang normalnya mempertahankan tubuh terhadap penyakit/benda asing, tiba-tiba menganggap bahwa sel-sel tubuh kita yang sehat sebagai benda asing. Akibatnya, sistem pertahanan tubuh menyerang sel-sel sehat tersebut).

Pesan dan manfaat tulisan ini juga mencakup berbagai penyakit alergi, yang walaupun tidak seberat penyakit autoimun, berada pada spektrum yang sama, yaitu kondisi yang disebabkan sistem pertahanan tubuh kita yang bereaksi secara berlebihan.

BERAPA BANYAK & BERAPA SERING?

Banyak penyakit yang sebelumnya dianggap penyebabnya idiopatik (belum diketahui), saat ini terbukti ternyata adalah penyakit autoimun.

Insidensi penyakit autoimun semakin meningkat dari tahun ke tahun yang didorong oleh tiga faktor:
– Semakin majunya teknologi dalam diagnosis penyakit,
– Meningkatnya kewaspadaan para klinisi terhadap penyakit autoimun, dan;
– Semakin banyaknya faktor lingkungan yang menjadi pencetus penyakit autoimun.

Dari jumlah penduduk Amerika Serikat yang hampir mencapai 320 juta jiwa, lebih dari 15%-nya, atau sekitar 50 juta jiwa menderita satu atau lebih penyakit autoimun, mulai usia bayi hingga lansia (menurut data dari American Autoimmune Related Disease Association, AARDA).

LEBIH SERING PADA WANITA, LEBIH SERING DI KELUARGA

Penyakit autoimun lebih rentan dan lebih sering terjadi pada wanita (sekitar 75% dari seluruh penyakit autoimun), dan sering juga ditemukan menurun dalam keluarga.

Karena itu, pencegahan penyakit autoimun menjadi sangat penting, terutama bila Anda berjenis kelamin wanita, dan bila di keluarga Anda terdapat mereka yang menderita penyakit autoimun.

Berikut referensinya:
https://www.healthcentral.com/…/do-autoimmune-diseases-run-…
– Cardenas-Roldan J et al. How do autoimmune diseases cluster in families? A systematic review and meta-analysis. BMC Med. 2013 Mar 18;11:73.

JENIS PENYAKIT AUTOIMUN

Terdapat lebih dari 150 tipe penyakit autoimun atau yang setidaknya berhubungan dengan autoimunitas.

(https://www.aarda.org/autoimmune-informat…/list-of-diseases/).

Yang sering ditemukan dan dikenal masyarakat misalnya penyakit lupus (Systemic Lupus Erytematosus, SLE), rheumatoid arthritis, scleroderma atau systemic sclerosis, diabetes tipe 1, dan lain-lain.

KELUHAN & GEJALA

Penyakit autoimun dapat menyerang hampir semua bagian tubuh, mulai jantung, otak, saraf, otot, kulit, mata, sendi, paru-paru, ginjal, kelenjar, saluran cerna, dan pembuluh darah.

Tanda klasik dari penyakit autoimun adalah peradangan, yang dapat menyebabkan kemerahan, panas, nyeri, dan bengkak, tergantung organ mana yang diserang. Pada rheumatoid arthritis misalnya, bisa timbul nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi yang berat dan kronis.

Banyak penyakit autoimun yang dapat langsung menyerang banyak organ sekaligus. SLE atau penyakit lupus, salah satu penyakit autoimun paling dikenal di masyarakat, dapat sekaligus menyerang kulit, sendi, ginjal, jantung, saraf, mata, dan bahkan hampir semua organ tubuh lainnya.

Penyakit autoimun biasanya berfluktuasi antara periode remisi (dengan sedikit atau tanpa keluhan) hingga periode flare-up atau eksaserbasi (keluhan memburuk).

TERAPI & PENGOBATAN

Karena belum ditemukan obatnya hingga saat ini, terapi penyakit autoimun lebih terfokus pada menghilangkan berbagai keluhan dan gejala, mencegah timbulnya eksaserbasi, dan menjaga periode remisi selama mungkin.

PERTANYAAN BESARNYA?

Adakah peranan dari air alkali pada pengobatan dan pencegahan penyakit autoimun?

PENELITIAN MENGENAI MANFAAT AIR ALKALI PADA PENYAKIT AUTOIMUN

Ada beberapa penelitian tentang manfaat air alkali pada kondisi autoimun.

(Karena dihasilkan melalui proses elektrolisis, air alkali dikenal sebagai Electrolyzed Reduced Water (ERW), dan disebut juga sebagai Hydrogen Rich Water (HRW) karena mengandung banyak ion hidrogen yang memiliki salah satu fungsi sebagai antioksidan.

PENELITIAN KE-1:

Nelson, D., et al., Effect of electrolyzed water intake on lifespan of autoimmune disease prone mice. Faseb Journal, 1998. 12(5): p. A794-A794.
– The present drinking water study was undertaken in two strains of autoimmune disease prone mice to establish the spontaneous disease process and longevity. In summary, hyper-reduced water with pH∼10.0 appears to inhibit autoimmune disease and a show a modest increased in lifespan. The increased lifespan appears to be related to the changes in free radicals and antioxidant enzyme levels.

Efek asupan air terelektrolisis pada lama hidup dari tikus yang rentan menderita autoimun.
– Air tereduksi dengan pH 10 memiliki kecenderungan menghambat penyakit autoimun dan menunjukkan peningkatan yang cukup baik dalam memperpanjang umur (lama hidup) binatang percobaan. Peningkatan ini nampaknya berkaitan dengan perubahan kadar radikal bebas dan kadar enzim antioksidan.

PENELITIAN KE-2

Ishibashi, T., et al., Consumption of water containing a high concentration of molecular hydrogen reduces oxidative stress and disease activity in patients with rheumatoid arthritis: an open-label pilot study. Medical Gas Research, 2012. 2(1): p. 27.
– We hypothesized that H2 in the water could complement conventional therapy by reducing the oxidative stress in RA. Twenty patients with rheumatoid arthritis (RA) drank high H2 water every day for 4 weeks. The results show that all the 5 patients with early RA (duration < 12 months) achieved remission, and 4 of them became symptom-free at the end of the study. It suggest that the H2 effectively reduces oxidative stress in patients with this condition. The symptoms of RA were significantly improved with high H2 water.

Konsumsi air yang kaya akan molekul hidrogen mengurangi stres oksidatif dan aktivitas penyakit pada pasien dengan arthritis reumatoid (RA): sebuah studi pilot open-label.
– Adanya molekul hidrogen di dalam air dapat melengkapi terapi konvensional dengan mengurangi stress oksidatif pada penyakit RA. Hasil pada 20 pasien yang minum air kaya hidrogen setiap hari selama 4 minggu menunjukkan bahwa 5 pasien dengan RA dini (kurang dari 12 bulan) berhasil mencapai remisi, dimana 4 diantaranya bebas gejala di akhir dari studi ini. Gejala-gejala dari RA secara bermakna membaik dengan pemberian cairan kaya hidrogen.

PENELITIAN KE-3

Ishibashi, T., et al., Therapeutic efficacy of infused molecular hydrogen in saline on rheumatoid arthritis: A randomized, double-blind, placebo-controlled pilot study. Int Immunopharmacol, 2014. 21(2): p. 468-473.
– The aim of this study was to demonstrate the safety and efficacy of H2-saline infusion for treatment of rheumatoid arthritis (RA). We conducted a randomized, double-blind, placebo-controlled investigation of H2-saline in 24 RA patients. The disease activity score in 28 joints (DAS28) was measured at baseline, immediately post infusion, and after 4 weeks. Therapeutic effects of H2-saline on joint inflammation were estimated by measuring serum biomarkers for RA. After 4 weeks, biomarkers for RA was significantly reduced in the H2 group, and increased in the placebo group. Drop infusion of H2 safely and effectively reduced RA disease activity.

Efektivitas infus molekul hidrogen pada arthritis reumatoid (RA): sebuah studi pilot acak tersamar ganda.
– Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendemonstrasikan keamanan dan efektivitas dari infus molekul hidrogen dalam garam fisiologis pada penyakit RA pada 24 pasien. Skor aktivitas penyakit pada 28 sendi (DAS28) diukur saat awal, segera setelah pemberian infus hidrogen, dan setelah 4 minggu kemudian. Efek terapi dari molekul hidrogen diestimasi dengan mengukur serum penanda untuk RA, yang setelah 4 minggu menurun kadarnya secara signifikan pada kelompok yang mendapat infus hidrogen, dan meningkat pada grup yang mendapat plasebo. Disimpulkan bahwa molekul hidrogen aman dan efektif menurunkan aktivitas penyakit pada RA.

PENELITIAN KE-4

Zhao, M., et al. Hydrogen-rich water improves neurological functional recovery in experimental autoimmune encephalomyelitis (multiple sclerosis) mice. J Neuroimmunol. 2016 May
– Multiple sclerosis (MS) is a chronic autoimmune demyelinating disease of the central nervous system (CNS). The high costs, inconvenient administration, and side effects of current Food and Drug Administration (FDA)-approved drugs often lead to poor adherence to the long-term treatment of MS. Molecular hydrogen (H2) has been reported to exhibit anti-oxidant, anti-apoptotic, anti-inflammatory, anti-allergy, and anti-cancer effects. In the present study, we explored the prophylactic and therapeutic effects of hydrogen-rich water (HRW) on the progress of experimental autoimmune encephalomyelitis (EAE), the animal model for MS. We found that prophylactic administration of HRW was able to delay EAE onset and reduce maximum clinical scores. Moreover, HRW also reduced disease severity, CNS infiltration, and demyelination when administered after the onset of disease. Because HRW is non-toxic, inexpensive, easily administered, and can readily cross the blood-brain barrier, our experiments suggest that HRW may have great potential in the treatment of MS.

Cairan kaya hidrogen memperbaiki pemulihan fungsi neurologis pada tikus percobaan dengan ensefalomielitis autoimun (multipel sclerosis).
– Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit demielinasi autoimun kronis dari sistem saraf pusat. Karena harganya yang mahal, pemberiannya yang tidak nyaman, dan memiliki banyak efek samping, kepatuhan obat dari FDA untuk terapi jangka panjang dari MS sangat rendah. Molekul hidrogen dilaporkan memiliki efek antioksidan, anti-apoptosis, anti-inflamasi, anti-alergi, dan efek anti kanker. Pada penelitian ini, kami meneliti efek profilaksis dan terapeutik dari air kaya hidrogen (HRW) pada perkembangan penyakit MS pada binatang percobaan. Kami membuktikan bahwa pemberian profilaksis (pencegahan) dari HRW mampu menghambat terjadinya MS dan menurunkan skor klinis maksimal. Selain itu, HRW juga menurunkan tingkat keparahan penyakit, infiltrasi sistem saraf pusat, dan proses demielinasi bila diberikan setelah penyakit MS berkembang. Karena sifat HRW tidak toksis, tidak mahal, mudah diberikan, dan dapat dengan mudah menembus sawar darah otak, penelitian kami menunjukkan bahwa HRW memiliki potensi yang besar dalam terapi dari MS.

Berikut saya sertakan dua penelitian manfaat air alkali pada penyakit alergi, yang mekanismenya mirip dengan autoimun, yaitu reaksi sistem imun yang berlebihan.

PENELITIAN KE-5.

Itoh T et al. Molecular hydrogen suppresses FcepsilonRI-mediated signal transduction and prevents degranulation of mast cells. Biochem Biophys Res Commun. 2009 Nov 27.
– Molecular hydrogen ameliorates oxidative stress-associated diseases in animal models. We found that oral intake of hydrogen-rich water abolishes an immediate-type allergic reaction in mice. Hydrogen effects have been solely ascribed to exclusive removal of hydroxyl radical. In the immediate-type allergic reaction, hydrogen exerts its beneficial effect not by its radical scavenging activity but by modulating a specific signaling pathway.

Molekul hidrogen menekan transduksi sinyal yang dimediasi FcepsilonRI dan mencegah degranulasi dari sel mast.
– Molekul hidrogen memperbaiki penyakit yang berhubungan dengan stres oksidatif pada binatang percobaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa air kaya hidrogen (HRW) menghambat reaksi alergi tipe cepat (immediate-type allergic reaction) pada binatang percobaan, namun bukan melalui kemampuannya mengikat radikal bebas, melainkan dengan cara memodulasi jalur sinyal yang spesifik.

PENELITIAN KE-6

Itoh T et al. Molecular hydrogen inhibits lipopolysaccharide / interferon γ-induced nitric oxide production through modulation of signal transduction in macrophages. Biochem Biophys Res Commun. 2011 Jul 22;411(1):143-9.
– Molecular hydrogen has been reported to be effective for a variety of disorders and its effects have been ascribed to the reduction of oxidative stress. However, we have recently demonstrated that hydrogen inhibits type I allergy through modulating intracellular signal transduction. Finally, oral intake of hydrogen-rich water alleviated anti-type II collagen antibody-induced arthritis in mice, a model for human rheumatoid arthritis.

Molekul hidrogen menghambat produksi nitric oxide melalui modulasi transduksi sinyal dari makrofag.
– Molekul hidrogen dilaporkan efektif pada berbagai penyakit dan efeknya diasosiasikan dengan penurunan stress oksidatif. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa hidrogen menghambat reaksi alergi tipe I melalui kemampuannya memodulasi transduksi sinyal intraseluler pada makrofag (sel penting dalam sistem pertahanan tubuh). Pemberian per oral air kaya hidrogen (HRW) juga menghambat terjadinya penyakit RA pada manusia.

KESIMPULAN:

Air alkali memiliki potensi untuk digunakan dan diintegrasikan dalam pengobatan pasien-pasien dengan berbagai kelainan autoimun dan alergi.

PENGALAMAN DENGAN PASIEN AUTOIMUN (DAN ALERGI)

Di Klinik Khusus Penyakit Dalam Interna Medika Karawang, sejak Mei 2016 hingga sekarang, banyak sekali pasien autoimun yang kami kelola dengan kombinasi air alkali.

Beberapa di antaranya adalah sbb:
– SLE, MCTD, Systemic Sclerosis, rheumatoid arthritis, kolitis ulseratif (IBD), Evan’s Syndrome, anemia hemolitik, ITP, DM-Tipe 1 dan beberapa pasien lain dengan hasil ANA-test yang positif.

Saya mengamati bahwa pemberian air alkali secara umum dapat meningkatkan kualitas hidup pasien autoimun (terutama memperbaiki sense of well-being), memperbaiki berbagai keluhan oksigenasi (dan anemia) tanpa harus sering mendapat transfusi darah, dan menurunkan jumlah obat-obat yang dikonsumsi (terutama steroid dan NSAID yang efek samping jangka panjangnya sangat merugikan).

Sebagian besar pasien juga tidak mengalami efek samping yang berarti dan dapat mengkonsumsi air alkali dalam jangka waktu yang panjang.

Pemberian air alkali juga sangat bermanfaat untuk berbagai pasien yang datang ke klinik kami dengan penyakit alergi yang kronis, mulai asma, rhinitis alergi, dermatitis atopik, dan berbagai kelainan alergi kronis lainnya.

AIR ALKALI DALAM PENCEGAHAN AUTOIMUN

Untuk mencegah suatu penyakit, tentu saja kita harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

PENYEBAB PENYAKIT AUTOIMUN

Tidak ada penyebab pasti dan tunggal dari penyakit autoimun. Pada sebagian besar kasus, kombinasi berbagai faktor sangat mungkin berperan. Misalnya, seseorang mungkin memiliki tendensi genetik autoimun, dan dalam kondisi lingkungan yang mendukung, misalnya infeksi virus tertentu, atau paparan radikal bebas dalam waktu tertentu, mencetuskan timbulnya manifestasi penyakit autoimun.

RADIKAL BEBAS PADA AUTOIMUN & ALERGI

Para ilmuwan sepakat, bahwa salah satu faktor utama yang berperan dalam berkembangnya penyakit autoimun (dan alergi) adalah radikal bebas.

Misalnya pada dua penelitian berikut ini:

Pham-Huy L et al. Free Radicals, Antioxidants in Disease and Health. Int J Biomed Sci. 2008 Jun; 4(2): 89–96.
– When an overload of free radicals cannot gradually be destroyed, their accumulation in the body generates a phenomenon called oxidative stress. This process plays a major part in the development of chronic and degenerative illness such as cancer, autoimmune disorders, aging, cataract, rheumatoid arthritis, cardiovascular and neurodegenerative diseases.”

H Ahsan et al. Oxygen free radicals and systemic autoimmunity. Clin Exp Immunol. 2003 Mar; 131(3): 398–404.
– The detection of 8-hydroxyguanosine in the immune complex derived DNA in systemic lupus erythematosus (SLE), a prototype autoimmune disease, reinforces the evidence that reactive oxygen species may be involved in its pathogenesis.

Adapun berikut ini adalah beberapa penelitian yang mengungkap peran dari radikal bebas pada berbagai penyakit alergi:
– Matés JM et al. Chemical and biological activity of free radical ‘scavengers’ in allergic diseases. Clin Chim Acta. 2000 Jun; 296(1-2):1-15.
– Mazo VK et al. Free radical oxidation and food antioxidants in allergic diseases. Vopr Pitan. 2000;69(5):12-7.

PERAN AIR ALKALI DALAM PENCEGAHAN BERKEMBANGNYA PENYAKIT AUTOIMUN & ALERGI

Dalam hal ini menetralisir radikal bebas, air alkali memiliki peran pencegahan penyakit autoimun dan alergi yang sangat penting dan potensial. Mengapa? Karena saat diproduksi dari mesinnya, air alkali mengandung antioksidan dalam jumlah yang melimpah. Bila dikonsumsi secara teratur, terus menerus seumur hidup, maka air alkali berpotensi digunakan dalam pencegahan berbagai penyakit autoimun dan alergi.

KESIMPULAN

Air alkali, seperti diungkapkan dalam berbagai jurnal kedokteran, ternyata memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan maupun pencegahan berbagai penyakit autoimun dan alergi.

PENUTUP

Tidak sedikit yang berasumsi bahwa seringnya saya mengkampanyekan manfaat air dan mesin air alkali ini melalui berbagai media sosial adalah karena aspek bisnisnya. Tapi sebetulnya, khusus buat yang satu ini, karena sangat sesuai dengan bidang dan minat saya, ilmu penyakit dalam dan khususnya preventive medicine, motivasinya bukan sekedar bisnis semata-mata.

Tapi lebih karena setelah saya pelajari mendalam soal air alkali ini, cara minum air alkali secara teratur SEUMUR HIDUP ini menurut pendapat profesional saya merupakan cara paling efektif, efisien, mudah, dan murah untuk mencegah (hampir) semua penyakit berat di kemudian hari.

Dan program pencegahan berbagai penyakit berat ini, bisa dijalankan dengan mudah, murah, efektif, efisien, dalam jangka panjang, untuk segala usia, mulai umur 6 bulan hingga lansia di atas 100 tahun.

Kontras sekali dengan program pencegahan penyakit yang dikembangkan dunia kedokteran moderen saat ini. Seperti pernah saya ungkapkan dalam dua tulisan saya terdahulu mengenai pencegahan penyakit berat dan air alkali.

Jadi salah satu motivasi utama nya malah agar semua keluarga, saudara, dan relasi saya bisa hidup sehat hingga usia lanjut dengan cara yang murah dan sederhana, tapi efektif, efisien, dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dan terutama supaya beban saya sebagai hamba-Nya yang telah mendapat amanah ilmu tentang air alkali ini bisa sedikit berkurang, minimal dengan menyebarkan informasi mengenai manfaat air dan mesin air alkali ini.

Rasulullah SAW bersabda, ”Mohonlah kepada Allah kesehatan. Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan.”(Hadist Riwayat Ibnu Majah)

Semoga bermanfaat.

Sumber:

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO