SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

PENDAHULUAN

Sejak Mei 2016 hingga sekarang, di klinik khusus Penyakit Dalam Interna Medika Karawang, kami memadukan air alkali dalam pengobatan berbagai penyakit kronis, salah satunya penyakit gula darah atau diabetes melitus.

Dari pengamatan saya selama setahun terakhir, sesuai berbagai penelitian yang saya pelajari di berbagai jurnal kedokteran, ternyata air alkali memang sangat bermanfaat untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien-pasien yang telah lama menderita diabetes.

Air alkali bila diminum secara teratur, dapat mengurangi kebutuhan obat-obatan diabetes (obat hipoglikemik oral) secara bermakna pada sebagian besar pasien diabetes. Selain itu, pada banyak pasien, parameter klinis dan laboratorium lain juga ikut membaik, seperti kolesterol, asam urat, tekanan darah, HbA1C, dan berat badan.

Beberapa pasien setelah beberapa bulan minum air alkali, bahkan dapat mengontrol gula darah sewaktunya selalu bawah 180 mg/dl tanpa harus mengkonsumsi obat sama sekali. Tapi apakah semua pasien bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada obat-obatan?

Sebelumnya, saya kutip beberapa penelitian air alkali pada diabetes yang menjadi referensi:

PENELITIAN / JURNAL:

Advanced research on the health benefit of reduced water. Shirahata S et al. Journal Trend in Food Science & Technology, 2012

Penelitian 1:

Sebuah penelitian di Jepang pada 411 pasien diabetes tipe 2 (rata-rata berusia 71,5 tahun) yang minum 2 liter air alkali per hari, setelah minum selama 6 hari, sekitar 45% pasien menurun kadar gula darahnya secara bermakna. Kadar gula dan HbA1c juga terus membaik setelah minum air alkali dalam waktu yang lebih lama. Selain itu, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan kreatinin (fungsi ginjal) ikut membaik secara signifikan. Bila diminum terus dalam waktu yang lebih lama, jumlah partisipan yang mengalami perbaikan (dari 45% di minggu pertama) terus meningkat secara bermakna.

Penelitian 2:

Pada penelitian lain di First Central Hospital di China, setelah minum dua liter air alkali selama dua bulan, perbaikan gula darah yang signifikan dilaporkan terjadi pada 89% dari 65 pasien diabetes. Selain itu, sekitar 92% partisipan mengalami perbaikan pada kadar kolesterol darahnya.

Penelitian 3:

Sebuah uji klinis tersamar ganda di Universitas Hiroshima Jepang dilakukan pada 100 subjek yang dimulai di bulan November 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua liter air alkali yang diminum selama sepuluh bulan ternyata mampu menurunkan kadar glukosa darah puasa. Selain itu, para peneliti juga menemukan manfaat tambahan lain, yaitu penurunan tekanan darah, kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida; perbaikan fungsi liver, dan peningkatan kadar leptin secara bermakna (hormon yang salah satunya berfungsi menurunkan nafsu makan dan berat badan).

Penelitian 4:

Sebuah penelitian di “Shanghai Journal of Protective Medicine” tahun 2001 membuktikan bahwa minum air alkali selama 3-6 bulan dapat menurunkan kadar glukosa darah secara bermakna. Manfaat tambahan yang diperoleh adalah penurunan kadar kolesterol serta tekanan darah secara signifikan.

KEAMANAN PENGGUNAAN AIR ALKALI JANGKA PANJANG

(Dari situs resmi Association of Alkaline Ionized Water Apparatus Jepang:
http://www.3aaa.gr.jp/english/alkali/kl.html)

“Safety of alkaline ionized water. Since alkaline ionized water received approval as a medical device, they have been used for more than 30 years in the market. Although there have been no reported instances of problems with safety until now, it is necessary to continue performing sufficient investigations regarding its safety, and physical property tests and toxicity tests were performed prior to performing clinical testing.”

(“Keamanan air alkali terionisasi. Sejak air alkali terionisasi mendapat persetujuan sebagai metode kesehatan, air ini telah digunakan di pasaran selama lebih dari 30 tahun. Meskipun tidak ditemukan laporan dalam hal masalah keamanannya, penelitian yang berkelanjutan mengenai keamanan, tes properti fisik, dan tes toksisitas sebelum melakukan uji klinis harus terus dilakukan.”)

PENELITIAN SEDERHANA

Saya tertarik melakukan penelitian deskriptif sederhana, untuk mengetahui berapa lama rata-rata waktu yang dibutuhkan seorang diabetisi yang minum air alkali secara teratur, untuk dapat mengontrol gula darahnya dengan baik tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan diabetes sama sekali.

Berikut ini laporan beberapa pasien diabetes yang berhasil lepas dari obat hipoglikemik oral hanya dengan minum air alkali secara teratur.

Penting untuk diingat, bahwa selain minum obat-obatan dan diminta kontrol teratur, semua pasien juga diinstruksikan untuk menjalani diet yang sehat dan olahraga teratur. Klinik kami mengadopsi sistem Exercise is Medicine dari American College of Sports Medicine untuk program olahraga para pasien, dan memiliki ahli gizi yang berpengalaman, ramah dan berdedikasi tinggi.

CATATAN:

Tulisan ini akan difollow-up dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan dari pasien-pasien yang diteliti, dan menambahkan pasien-pasien diabetes baru yang telah dapat dikontrol gula darahnya tanpa menggunakan obat-obatan penurun gula darah.

Tulisan ini pertama kali dibuat tanggal 13 Agustus 2017, dan data follow-up pertama dilengkapi pada Nopember 2017.

PASIEN KE-1.

Ny. R, usia 53 tahun. Medrec Nomor 1158*.
Tinggal di daerah Cilamaya Karawang Timur.

Pertama berobat di klinik Interna Medika 23 Mei 2016, kontrol teratur 1-2 kali per bulan ke klinik. Menderita diabetes sejak 3 tahun yang lalu.

Gula darah saat pertama kali berobat 207 mg/dl, tertinggi selama berobat di klinik kami adalah 251 mg/dl (Juni 2016, bulan ke-2 pengobatan).

Obat yang kami berikan adalah kombinasi glimepirid (dengan dosis tertinggi 2 mg), pioglitazone 30 mg, dan metformin 850 mg. Sejak pertama kali berobat, pasien rutin mengkonsumsi air alkali secara teratur, rata-rata 2 liter per hari hingga terakhir kontrol tanggal 10 Agustus 2017 (bulan ke-16).

Kadar gula darah sewaktu (GDS) di atas 180 mg/dl terakhir tercatat di bulan September 2016 (bulan ke-5), yaitu 211 mg/dl. Sejak Oktober 2016 (bulan ke-6 pengobatan), GDS pasien selalu di bawah 180 mg/dl.

Sejak bulan Januari 2017 (bulan ke-9), karena GDS-nya selalu di bawah 180 mg/dl, dan HbA1C-nya cukup baik (7,9 %) obat-obat secara bertahap dicoba untuk dikurangi. Obat yang terakhir diberikan adalah kombinasi pioglitazone 30 mg dan metformin 850 mg, yang mulai diminum selang sehari sejak Januari 2017.

Di bulan Mei 2017 (bulan ke-13), semua obat diabetes dicoba untuk dihentikan, dan pasien hanya minum air alkali saja untuk gula darahnya. GDS terakhir setelah obat dihentikan adalah masing-masing 176 mg/dl di bulan Juni, dan 164 mg/dl di bulan Agustus 2017 saat terakhir pasien kontrol di klinik. Saat terakhir kontrol, pasien sudah hampir dua bulan tidak minum obat diabetes.

KESIMPULAN: Waktu yang dibutuhkan sejak pasien mengkonsumsi air alkali, sampai gula darahnya stabil terkontrol tanpa minum obat diabetes sama sekali, pada pasien ini adalah 13 bulan (Mei 2016 s/d Juni 2017).
Lama menderita diabetes: 3 tahun
Minum air alkali sampai lepas obat: 13 bulan

FOLLOW-UP: Setelah kontrol terakhir di bulan Agustus 2017, pasien kontrol dua kali di bulan September dan Nopember 2017. Di bulan September hasil GDS-nya 172 mg/dl, dan di bulan Nopember 2017, GDS 135 mg/dl. Sampai terakhir kontrol, pasien tidak minum obat diabetes sama sekali, dan hanya teratur minum air alkali setiap hari.

PASIEN KE-2

Ny. T, usia 56 tahun. Medrec Nomor 222*. Tinggal di daerah Karaba Karawang Barat.

Pertama berobat di klinik Interna Medika 29 Desember 2016, kontrol teratur 1-2 kali per bulan ke klinik. Menderita diabetes sejak tahun 2009 (8 tahun).

Gula darah saat pertama kali berobat di atas 500 mg/dl (High di Glucometer). Saat pertama berobat, pasien kami berikan glimepirid 4 mg pagi dan sore dan air alkali dibatasi 1,5 liter per hari (karena pasien juga menderita gagal jantung dan kami berikan diuretik dan obat-obat jantung lainnya).

Obat yang kami berikan adalah glimepirid dengan dosis yang diturunkan secara bertahap sesuai perbaikan gula darah, mulai dari 8 mg/hari, dan terakhir di bulan Juni 2017 dengan dosis 2 mg/hari. Gula darah turun secara bertahap, yaitu 446 mg/dl dan 328 mg/dl di bulan Januari (bulan ke-2 pengobatan).

Sejak pertama kali berobat, pasien rutin mengkonsumsi air alkali secara teratur, rata-rata 1,5 liter per hari hingga terakhir kontrol tanggal 7 Agustus 2017 (bulan ke-9 pengobatan).

Sejak akhir Juni 2017 (bulan ke-7 pengobatan), karena GDS-nya terakhir cukup baik (141 mg/dl di bulan Mei 2017), dan kadar HbA1C juga membaik dari 8,2 % di bulan April 2017 dan 7,3 % di bulan Juni 2017, konsumsi obat diabetes dihentikan total. Sejak akhir Juni 2017 hingga sekarang, pasien hanya minum air alkali saja untuk diabetesnya.

GDS terakhir setelah obat dihentikan adalah 140 mg/dl, yaitu tanggal 7 Agustus 2017 (bulan ke-9) saat terakhir pasien kontrol. Saat kontrol terakhir, pasien sudah sekitar 6 minggu tidak minum obat diabetes.

KESIMPULAN: Waktu yang dibutuhkan sejak mengkonsumsi air alkali, sampai gula darahnya stabil terkontrol tanpa minum obat diabetes sama sekali, pada pasien ini adalah 6 bulan (Desember 2016 s/d Juni 2017).
Lama menderita diabetes: 8 tahun
Minum air alkali sampai lepas obat: 6 bulan

FOLLOW-UP: Setelah kontrol terakhir di bulan Agustus 2017, pasien baru kontrol sekali lagi di tanggal 11 Oktober 2017. Tanpa minum obat diabetes sama sekali, hasil pemeriksaan GDS-nya sangat baik dan terkontrol, yaitu 125 mg/dl.

PASIEN KE-3.

Tn. I, usia 62 tahun. Medrec Nomor 2887*. Tinggal di Karawang.

Pertama berobat di klinik Interna Medika tanggal 24 Mei 2017, kontrol beberapa kali namun tidak teratur. Pasien ini memiliki gejala diabetes (sering kencing, banyak minum, sering haus) sejak beberapa bulan yang lalu, namun tidak pernah berobat. Jadi diagnosis diabetes baru ditegakkan di Klinik Interna Medika saat pertama kali berobat.

Saat berobat pasien memiliki kadar Gula Darah puasa 200 mg/dl, dan Gula Darah 2 jam setelah makan 500 mg/dl. Kadar HbA1C-nya sangat tinggi, mencapai nilai 12,4 %. Pasien kemudian mendapat Glimepirid dengan dosis 4 mg pagi dan 4 mg sore, ditambah pioglitazone 30 mg sekali sehari. Pasien juga mulai diberikan air alkali sebanyak 2 liter per hari.

Satu minggu kemudian, saat kontrol ke klinik, pasien mengatakan keluhan-keluhannya sudah jauh membaik, dan GDS-nya turun di angka 142 mg/dl. Karena gula darahnya membaik, obat pioglitazone distop, dan pasien diminta kontrol 2 minggu yang akan datang.

Tanggal 15 Juni 2017, pasien kontrol kembali, saat itu diperiksa GD Puasa-nya 77 mg/dl. Dosis glimepirid kemudian diturunkan menjadi 1 mg sekali sehari di pagi hari saja. Air alkali terus diminum secara teratur.

Di bulan Nopember 2017, pasien kontrol kembali. Dari anamnesis (wawancara medis) diketahui bahwa sejak bulan Juli 2017, karena gula darahnya terkontrol baik, pasien menyetop semua obat-obat penurun gula darah, dan hanya minum air alkali secara teratur. Saat kontrol pasien membawa hasil MCU dari laboratorium Prodia Karawang, dengan hasil yang sangat baik. GD puasa 91 mg/dl dengan HbA1C turun dari 12,4% di bulan Mei 2017 menjadi 6,6 %. Selain itu, setelah minum air alkali selama 6 bulan, profil lipidnya juga cukup baik, yaitu kolesterol total 176 mg/dl, kolesterol LDL 107 mg/dl, dengan trigliserida 126 mg/dl. Hanya kolesterol HDL (kolestero baik)-nya saja yang belum tinggi, masih di angka 37 mg/dl.

KESIMPULAN: Waktu yang dibutuhkan sejak pasien mengkonsumsi air alkali, sampai gula darahnya stabil terkontrol tanpa minum obat diabetes sama sekali, pada pasien ini adalah 2 bulan (Mei 2017 s/d Juli 2017).
Lama menderita diabetes: pasien baru
Minum air alkali sampai lepas obat: 2 bulan

PASIEN KE-4.

Ny. E., usia 56 tahun. Medrec Nomor 2668*. Tinggal di Karawang.

Saat pertama kali berobat di klinik kami di bulan April 2017, pasien belum menderita diabetes. Pasien berobat karena sesak nafas akibat asma yang sudah lama dideritanya. Saat itu gula darah sewaktunya memang agak tinggi, yaitu 177 mg/dl.

Pasien pertama kali didiagnosis diabetes di pertengahan Juni 2017, saat gula darah puasanya mencapai 166 mg/dl, gula darah 2 jam setelah makan mencapai 221 mg/dl, dan HbA1C mencapai angka 9,1% Pasien kemudian mulai minum air alkali lebih teratur dan disipilin, dan mendapat glimepiride 4 mg di pagi hari.

Setelah minum obat selama 1 bulan, saat kontrol di akhir Juli 2017, GD sewaktunya mencapai 73 mg/dl. Dosis glimepirid kemudian diturunkan menjadi 3 mg sekali sehari (kontrol 2 minggu kemudian GD sewaktu 146 mg/dl), diturunkan kembali menjadi 2 mg (kontrol 2 minggu kemudian GD sewaktu 84 mg/dl), diturunkan kembali menjadi 1 mg (kontrol 2 minggu kemudian GD puasa 95 dan 2 jam setelah makan 195 mg/dl). Setelah itu obat glimepiride diganti menjadi kombinasi pioglitazone dan metformin selama 1 bulan sampai akhir September 2017. Tanggal 23 September 2017, GD sewaktunya mencapai 91 mg/dl, dan karenanya semua obat diabetes distop, dan pasien hanya minum air alkali saja selama satu bulan. Saat kontrol tanggal 26 Oktober 2017, gula darah sewaktunya tanpa obat apapun mencapai 101 mg/dl.

KESIMPULAN: Waktu yang dibutuhkan sejak pasien mengkonsumsi air alkali, sampai gula darahnya stabil terkontrol tanpa minum obat diabetes sama sekali, pada pasien ini adalah 5 bulan (April 2017 s/d September 2017).
Lama menderita diabetes: pasien baru
Minum air alkali sampai lepas obat: 5 bulan

FOLLOW-UP: Saat terakhir kontrol, yaitu tanggal 21 Nopember 2011, hasil pemeriksaan menunjukkan sangat bagus hanya dengan minum air alkali, yaitu GD puasa 88 mg/dl, GD 2 jam setelah makan 158 mg/dl, dengan HbA1C yang sudah turun dari 9,1% di bulan Juni menjadi 7,2%.

PENUTUP
Ada beberapa pasien diabetes lain yang gula darahnya bisa terkontrol tanpa obat dan hanya dengan minum air alkali. Namun karena pasien-pasien yang bersangkutan belum kontrol, belum bisa dilaporkan di sini (moga-moga bisa menyusul). Ada juga beberapa pasien yang gula darahnya sudah membaik, namun masih teratur minum obat-obatan hipoglikemik oral, namun secara bertahap sudah mulai diturunkan jenis maupun dosis obatnya.

Mohon postingan ini dilihat sekedar sebagai laporan kasus saja, tidak lebih, dan tidak kurang. Mungkin tidak semua pasien diabetes bisa lepas dari konsumsi obat-obatan hanya dengan minum air alkali. Malahan, ada beberapa pasien yang masih belum terkontrol gula darahnya, meskipun minum air alkali teratur dan mendapat obat-obatan diabetes dengan dosis yang tinggi.

Laporan kasus ini murni niatnya hanya untuk sekedar berbagi. Semoga bisa menginspirasi dan membantu keluarga tercinta atau rekannya yang telah lama hidup bersama diabetes.

Karena air alkali telah disetujui penggunaannya oleh Depkes Jepang sejak 1966, dan terbukti aman dikonsumsi masyarakat Jepang selama puluhan tahun, memadukan air alkali dengan obat-obat diabetes mungkin bisa menjadi pilihan terapi yang layak untuk dicoba.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

AIR ALKALI PADA PASIEN DIABETES: LAPORAN KASUSOleh: Andi Pratama DharmaSpesialis Penyakit Dalam Divisi AntiAging &…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 12 Agustus 2017

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO