SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

“Maaf dokter, mau tanya kalau ph 8.5 apa bisa di pakai minum obat? Bahaya tidak? Apa harus pH 7? Apa ada jurnalnya? Saya tadi cek asam urat, ternyata tinggi. Hasilnya 6,4 mg/dl kata petugas labnya. Normalnya di bawah 6 mg/dl. Kaki saya sudah terasa sakit, makanan apa yang tidak boleh saya makan dok? Makasih.”

Pagi tadi, salah seorang alumnus workshop air alkali gelombang ke-3 mengajukan pertanyaan di atas di grup Whatsapp khusus Alumnus Workshop Air Alkali.

Saya share di sini jawabannya, setelah sedikit dilengkapi. Semoga bermanfaat.

BOLEHKAH MINUM OBAT DENGAN AIR PH ALKALI?

Menurut pandangan dan pengalaman saya selama hampir dua tahun ini memberikan air alkali pada berbagai pasien, selama belum ada penelitian yang menyebutkan kerugian atau bahaya minum obat dengan pH 8-10, untuk memudahkan pasien dan menyederhanakan instruksi minumnya, juga supaya pasien bisa lebih banyak mengkonsumsi air alkali setiap harinya, tidak perlu minum obat dengan pH 7.0, bisa dengan pH yang biasa diminum sehari-hari.

MAKANAN APA YANG HARUS DIKURANGI?

Untuk diet bagi penderita asam urat, bisa dibaca lengkapnya di artikel kesehatan yang bagus ini:

http://www.alodokter.com/pilihan-makanan-untuk-pengidap-rematik-asam-urat

SALAH KAPRAH DAN MITOS YANG GAGAL PAHAM

Mengenai obat, air alkali, dan keluhan, ada yang perlu betul-betul dimengerti oleh semua pasien dan keluarganya.

Perlu dipahami, dan harus dibiasakan sebagai pola pikir (memang awalnya mungkin sulit untuk membiasakannya), bahwa di berbagai buku teks kedokteran, tidak pernah dihubungkan antara kadar asam urat, kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah yang tinggi dengan berbagai keluhan yang dirasakan oleh pasien (seperti pegal-pegal, nyeri sendi, pegal-pegal dan rasa berat di leher, sakit kepala, pusing berputar dll).

PERLU BUKTI?

Ilustrasi dan bukti sederhananya begini:

1. Apabila nyeri rematiknya timbul karena asam urat yang tinggi, coba tidak usah minum obat nyeri sama sekali, cukup minum obat asam urat (allopurinol misalnya), biasanya asam uratnya akan kembali normal dalam 2 minggu, tapi belum tentu nyerinya hilang.

2. Apabila pegal dan rasa berat di lehernya timbul karena kolesterol atau trigliserida yang tinggi, coba tidak usah minum obat pegal sama sekali, cukup minum obat penurun kolesterol/trigliserida selama 2 minggu (simvastatin dan gemfibrosil misalnya), biasanya kolesterol atau trigliseridanya turun bermakna, tapi belum tentu nyeri dan berat di lehernya hilang.

3. Apabila sakit kepalanya timbul karena tekanan darah yang tinggi, coba tidak usah minum obat sakit kepala, cukup minum kombinasi obat darah tinggi selama 3 hari minggu (amlodipin plus captopril misalnya), biasanya tekanan darahnya bakal turun, tapi belum tentu sakit kepalanya hilang.

4. Apabila sakit kepalanya timbul karena tekanan darah yang tinggi, seharusnya setiap kali tekanan darahnya naik, sakit kepalanya harus timbul. Sebaliknya saat sakit kepalanya timbul, tekanan darah pun harusnya tinggi juga. Bila sakit kepala kadang timbul ketika tekanan darahnya normal, bagaimana bisa dianggap sakit kepalanya timbul gara-gara tekanan darahnya naik? Bila saat tekanan darahnya naik tidak timbul sakit kepala, bagaimana bisa mengatakan bahwa sakit kepalanya berhubungan dengan kenaikan tekanan darah?

Moga-moga dengan ilustrasi sederhana di atas, bisa dipahami bahwa jarang sekali nilai-nilai lab atau klinis yang tinggi di atas berhubungan dengan berbagai keluhan yang timbul. Memang ada sedikit pasien yang merasakan keluhan tertentu ketika nilai di atas naik, tapi sebagian besar pasien tidak.

KENAPA HAL INI PENTING UNTUK DIPAHAMI?

Hal ini penting sekali untuk dipahami, karena banyak pasien dengan pemahaman yang salah di atas, hanya berobat bila ada keluhan. Akibatnya, seringkali tekanan darah, kolesterol, trigliserida, dan asam uratnya dibiarkan tinggi tanpa dikontrol rutin, karena tidak merasakan keluhan apa-apa. Padahal, sebagian besar mereka dengan parameter klinis dan laboratorium yang tinggi di atas, seringkali tidak memiliki keluhan apa-apa. Akibatnya, timbullah berbagai komplikasi berbagai penyakit berat di kemudian hari.

Nah, dengan memahami fakta penting di atas, otomatis akan timbul dua pertanyaan.

PERTANYAAN PERTAMA:

Kalau begitu, untuk apa kita menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol atau trigliserida dan asam urat yang tinggi?

Jawabannya:

Karena ratusan bahkan ribuan jurnal-jurnal kedokteran ilmiah dengan analisis statistik yang meyakinkan, menunjukkkan bahwa tekanan darah, kolesterol, trigliserida, dan asam urat yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko menderita berbagai penyakit berat di kemudian hari dibandingkan mereka yang punya nilai parameter yang normal, mulai penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan dan lain-lain.

Bagaimana cara menurunkannya? Dengan olahraga teratur, diet sehat seimbang, obat-obatan, dan tentunya minum air alkali secara teratur, langsung dari mesinnya setiap hari.

Air Alkali menurunkan Asam Urat yang Tinggi

Air Alkali menurunkan Tekanan Darah yang Tinggi

Air Alkali menurunkan Kolesterol & Trigliserida

PERTANYAAN KEDUA:

Jadi apakah yang menyebabkan berbagai keluhan yang pasien rasakan, mulai nyeri kepala, pegal-pegal di leher, nyeri sendi dan lain-lain?

Jawabannya:

Biasanya sih karena tubuh pasien yang terlalu asam, baik karena pola hidup yang tidak sehat, jarang berolahraga, diet yang tidak seimbang, serangan radikal bebas setiap hari, maupun kombinasi keempat hal di atas. Hal ini sesuai pendapat berbagai pakar kesehatan dan beberapa penelitian di jurnal kedokteran.

ADA PENELITIANNYA KAH?

Sebuah penelitian cross sectional yang melibatkan 1136 perempuan muda Jepang, membuktikan bahwa diet yang asam secara independen berhubungan dengan tekanan darah, kolesterol total dan kolesterol LDL, indeks massa tubuh (BMI), dan lingkar pinggang yang lebih buruk.

Lengkapnya bisa dilihat di sini: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18279559

Association between dietary acid-base load and cardiometabolic risk factors in young Japanese women (HUBUNGAN ANTARA DIET TINGGI ASAM DAN BERBAGAI FAKTOR RISIKO KARDIOMETABOLIK PADA WANITA MUDA JEPANG). Murakami K, et al. Br J Nutr. 2008)

WHAT EXPERTS SAY?

Berikut pendapat beberapa pakar kesehatan tentang efek buruk tubuh yang terlalu asam terhadap kesehatan kita.

“Diet yang buruk, seperti daging (merah), gorengan, soft drink, dan makanan manis akan menumpuk garam yang bersifat asam, yang dapat bertahan puluhan tahun di dalam tubuh. Saya sarankan minum air alkali yang terionisasi, yang secara bertahap akan membuang garam-garam asam tersebut.”
(Hidemitsu Hayashi, Director Water Institute Tokyo)

“Performa puncak dan kesehatan yang optimal tergantung pada kemampuan tubuh mempertahankan keadaan yang sedikit lebih alkali (basa) di seluruh sel dan jaringan. Minum 4-6 gelas cairan alkali setiap hari akan membantu menetralisir kelebihan asam.”
(Susan Lark, dokter dan penulis best-seller)

“Saya telah memberikan lebih dari 5000 galon (20 ribu liter) cairan ini pada hampir semua masalah kesehatan yang bisa Anda bayangkan. Saya berpendapat bahwa air alkali terestrukturisasi dapat memberikan manfaat bagi semua orang. Apapun nama penyakitnya, semua berasal dari akar yang sama: terlalu banyak sampah asam di dalam tubuh.”
(Dr. Theodore Baroody, Penulis Buku “Alkalize of Die”)

“Bila darah menjadi lebih asam, kelebihan asam ini disimpan di bagian tubuh lain. Bila berlangsung terus sel-sel akan mati karena terlalu asam. Beberapa sel bisa bertahan dengan menjadi abnormal, menjadi sel-sel yang tidak bisa dikontrol oleh tubuh. Inilah awal dari terjadinya sel-sel ganas. Pengobatan kanker juga tidak akan menolong apabila lingkungan tubuh tetap asam.”
(Dr. Keiichi Morishita, peneliti dan penulis “The Hidden Truth of Cancer”)

“Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa banyak populasi yang sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali riwayat penyakit (berat), seperti kanker, mengkonsumsi air dengan pH yang lebih tinggi (cairan alkali). Setelah semua faktor risiko dievaluasi dan disingkirkan, terbukti bahwa hal ini ternyata disebabkan karena para penduduk di populasi tersebut minum cairan dengan pH antara 9 sampai 10.”
Dr. Leonard Horowitz, pengarang Buku “AIDS dan Ebola”

“Dunia kedokteran telah menemukan bahwa seiring bertambahnya usia, kita kehilangan ion bikarbonat dalam darah, yang berfungsi menjaga darah tetap basa.”
(Lynda Frassetto, guru besar dan nephrologis di California)

“Air alkali merubah semua sistem (tubuh) secara fisiologis. Ia menyebabkan sistem-sistem enzim bekerja dengan lebih baik. Kadarnya yang lebih basa menyebabkan lebih banyak oksigen yang mencapai jaringan. Semua sel di dalam tubuh bekerja dengan lebih baik bila tubuh sedikit lebih basa.”
(Ben Johnson, penulis DVD Kesehatan Best Seller “The Secret”)

“Kadar keasaman cairan tubuh mempengaruhi semua sel dalam tubuh kita. Kadar cairan yang terlalu asam dalam waktu lama akan merusak seluruh jaringan tubuh, yang akan menyebabkan hampir semua penyakit. Bila seseorang bertanya pada saya, tolong pilihkan satu cara saja yang harus saya lakukan untuk memiliki kesehatan yang lebih baik? Jawabannya sangat mudah: “Mulailah minum air alkali terionisasi.”
(Robert O. Young, penulis best seller buku-buku kesehatan)

“Cairan dalam sel-sel sebagian besar orang seringkali terlalu asam. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, mencegah tubuh untuk menetralisir racun-racun, dan membuat Anda lebih rentan terhadap kerusakan akibat RADIKAL BEBAS yang dapat menyebabkan KANKER dan penyakit berat lainnya.”
(Dr. Robert Atkins, penulis best seller (The Atkins’ Diet)

PENUTUP
So, just change your water, and InsyaAllah you will change your quality of life.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

AIR ALKALI & KELUHAN AKIBAT ASAM URAT, TEKANAN DARAH, DAN KOLESTEROL YANG TINGGIOleh:Andi Pratama DharmaDokter…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 1 Januari 2018

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO