SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

PENDAHULUAN

Menurut data WHO tahun 2014, 15 jenis kanker menjadi penyebab kematian utama dari 50 penyakit berat di Indonesia.

Walaupun bukan pembunuh nomor satu, kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti di masyarakat. Banyak sekali orang yang lebih takut terkena kanker dibandingkan terkena penyakit jantung, misalnya.

Seperti halnya penyakit berat lainnya, akan jauh lebih efektif bila kanker dapat dicegah sedini mungkin. Pengelolaan kanker, apalagi bila ditemukan di stadium lanjut, masih belum memberikan hasil yang memuaskan.

KANKER & RADIKAL BEBAS

Berbagai teori berkembang mengenai bagaimana kanker bisa muncul di tubuh manusia. Salah satunya adalah peran penting dari radikal bebas pada patogenesis dari penyakit yang mematikan ini.

Radikal bebas adalah senyawa kimia yang sangat reaktif yang berpotensi merusak sel, mulai membran sel, protein di dalam sel, hingga kerusakan pada DNA (materi genetik) di inti sel tubuh manusia. Kerusakan pada tingkat DNA ini berpotensi menyebabkan timbulnya berbagai jenis kanker maupun penyakit berat lainnya.

Sumber dari radikal bebas sangat banyak dan beragam, mulai dari pestisida pada beras dan produk pertanian lain, pengawet makanan, alkohol, asap rokok, polusi udara, dan masih banyak lagi.

Dalam hubungannya dengan radikal bebas, kita mengenal apa yang disebut dengan antioksidan. Antioksidan adalah senyawa kimia yang berinteraksi dan mampu menetralisir radikal bebas, sehingga mencegah kerusakan yang ditimbulkannya. Sebenarnya tubuh kita memproduksi antioksidan endogen dalam jumlah kecil, namun pada umumnya tidak cukup untuk menetralisir serbuan radikal bebas yang masuk tubuh kita setiap harinya. Karena itu, kita bergantung pada antioksidan eksternal dari diet, seperti sayuran, buah-buahan, atau berbagai suplemen antioksidan.

AIR ALKALI SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM PENCEGAHAN KANKER

Air alkali (alkaline water), yang memiliki pH sedikit lebih tinggi (lebih basa) dari air yang biasa kita minum, banyak terdapat di alam dan disebut sebagai Natural Reduced Water. Air-air alami ini, seperti air Zam-zam di Mekah, Hita Tenryosui di Jepang, air Nordenau di Jerman dsb, terbukti secara ilmiah memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan.

Untuk memperoleh manfaat jangka panjang dari air alkali, di dekade 1960-an para ilmuwan Jepang membuat suatu mesin yang dapat memproduksi air alkali melalui proses elektrolisis. Air alkali yang dihasilkannya disebut juga sebagai Electrolyzed Reduced Water (ERW). Melalui proses ini dihasilkan air dengan ion hidrogen dalam jumlah melimpah, sehingga dikenal juga sebagai Hydrogen Rich Water (HRW). Ion hidrogen dalam air alkali memiliki banyak fungsi yang bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari antialergi, antiradang, antiapoptosis, dan termasuk juga antioksidan.

Rick Hill, penulis buku best-seller “The Cancer Conundrum”, menulis, “Inovasi kesehatan paling mutakhir adalah minum cairan yang terionisasi, yang dibuat bersifat menjadi lebih basa melalui elektrolisis. Saya memiliki mesinnya dan minum air alkali secara teratur. Yang menarik adalah, kadar antioksidan dalam cairan ini sangat-sangat tinggi.”

Senada dengan beliau, pakar teknologi terkemuka di Amerika, Ray Kurzwell, penerima berulang kali penghargaan teknologi tertinggi National Medal of Technology dari para presiden AS mengatakan, “Hal terpenting yang dimiliki air alkali yang diproduksi mesin khusus adalah Potensial Oksidasi Reduksi (ORP) yang tinggi, yang memiliki kemampuan menetralisir radikal bebas. Mengkonsumsi air yang tepat sangat vital dalam proses detoksifikasi dan merupakan salah satu terapi kesehatan yang paling efektif.”

Banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa air alkali memiliki efek antioksidan yang sangat signifikan. Karena efeknya yang mampu menetralisir radikal bebas ini, banyak pakar kesehatan yang mendorong konsumsi air alkali setiap hari, untuk mencegah terjadinya kanker di kemudian hari.

Dr. Keiichi Morishita, dalam bukunya “The Hidden Truth of Cancer”, menulis, “Minum air yang memiliki pH alkali, akan membantu mencegah terjadinya kanker. Di banyak negara di Asia, air alkali secara teratur diberikan kepada para pasien, dan dianggap sebagai bagian dari terapi reguler.”

KELEBIHAN AIR ALKALI SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Air alkali yang dihasilkan dengan mesin khusus mengandung ion hidrogen dalam jumlah melimpah, sehingga dikenal juga sebagai Hydrogen Rich Water (HRW). Ion hidrogen dalam air alkali memiliki banyak fungsi yang bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari antialergi, antiradang, antiapoptosis, dan salah satunya sebagai antioksidan.

Sebagai antioksidan, senyawa hidrogen dalam air alkali ini memiliki beberapa kelebihan khusus antara lain:

1. Karena memiliki berat molekul yang kecil, ion hidrogen dapat dengan mudah menembus membran sel, mitokondria, dan inti sel. Ketiganya merupakan target-target yang menjadi sasaran dari radikal bebas dalam merusak tubuh kita yang lebih sulit dicapai oleh antioksidan lain yang memiliki ukuran molekul yang lebih besar.

2. Karena bersifat hiporeaktif, ion hidrogen terbukti tidak menganggu reaksi oksidasi-reduksi metabolisme maupun fungsi sel darah putih (netrofil dan makrofag) dan sistem pertahanan tubuh.

3. Ion hidrogen ditoleransi tubuh lebih baik dibanding banyak antioksidan lain dan memiliki toksisitas yang lebih rendah. Dengan demikian, ion hidrogen dapat dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang panjang.

4. Senyawa hidrogen terbukti tidak berpengaruh buruk terhadap parameter fisiologis di dalam darah (suhu darah, tekanan darah, kadar keasaman darah, dan tekanan oksigen di dalam darah).

5. Karena senyawa hidrogen mampu mengatur ekspresi berbagai gen, selain memiliki fungsi sebagai antioksidan, senyawa hidrogen dalam air alkali juga memiliki berbagai fungsi dan kelebihan lain bagi kesehatan, mulai efek antiinflamasi (anti peradangan), antiapoptosis (menghambat kematian sel), antialergi, dan mampu meningkatkan kinerja metabolisme sel-sel tubuh.

6. Biaya produksi senyawa hidrogen jauh lebih murah dibandingkan biaya produksi antioksidan lain. Ion hidrogen bahkan juga mampu meningkatkan potensi antioksidan lain, misalnya vitamin C, hingga tiga kali lipat apabila dikonsumsi bersama-sama.

Karena mengandung antioksidan yang melimpah dengan banyak kelebihan dibanding antioksidan lainnya, apabila dikonsumsi secara teratur air alkali memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya berbagai jenis kanker di masa yang akan datang. Selain itu, ada manfaat tambahan yang diperoleh, yaitu kita mendapatkan suplai antioksidan berkualitas tinggi secara teratur setiap hari, tanpa harus minum suplemen apapun.

KANKER: KONDISI TUBUH YANG TERLALU ASAM

Selain karena kerusakan DNA akibat terpapar radikal bebas dalam jangka panjang, beberapa ahli menekankan peranan diet dan pola hidup dalam proses terjadinya kanker dan berbagai penyakit berat lainnya. Diet yang buruk dan pola hidup yang tidak sehat menyebabkan kondisi tubuh menjadi lebih asam.

Otto Warburg, peraih Nobel Kedokteran atas penelitiannya pada metabolisme tumor dan pernapasan seluler, yang dirangkum dalam karyanya, “On the Origin of Cancer Cells” menulis,
“Bila dirangkum dalam beberapa kata saja, penyebab utama dari kanker adalah digantinya proses pernapasan menggunakan oksigen pada sel tubuh normal dengan glukosa. Semua sel normal memiliki kebutuhan mutlak akan oksigen. Tapi sel-sel kanker dapat hidup tanpa oksigen, aturan tanpa pengecualian. Turunkan kadar oksigen sebuah sel 35%-nya saja selama 48 jam, dan sel tersebut dapat berubah menjadi sel kanker.”

Dalam salah satu kuliahnya, beliau juga menjelaskan,
“Jaringan kanker bersifat asam, sementara jaringan sehat bersifat basa.”

Ben Johnson M.D, seorang penulis kesehatan best-seller di Amerika menjelaskan tentang pemikiran dari Otto Warburg ini,
“Sebagai dokter medis alternatif dan khususnya dalam pengelolaan kanker, masalah psikologis yang terpenting adalah emosi, namun masalah fisik yang paling penting adalah pH. Di tahun 1931, Otto Warberg menerima Hadiah Nobel di bidang Kedokteran setelah menemukan bahwa jaringan yang berkadar oksigen rendah merupakan penyebab dari kanker. Adapun penyebab dari kadar oksigen yang rendah di jaringan adalah pH yang asam.”

Dr. Hidemitsu Hayashi, direktur Water Institute of Tokyo, menjelaskan bagaimana tubuh kita bisa semakin lama semakin menjadi tidak sehat,
“Diet yang buruk, seperti daging (merah), gorengan, soft drink, dan makanan manis akan menumpuk garam yang bersifat asam, yang dapat bertahan puluhan tahun di dalam tubuh. Saya sarankan minum air alkali yang terionisasi, yang secara bertahap akan membuang garam-garam asam tersebut.”

Keadaan tubuh yang terlalu asam ini, bila berlangsung lama dapat mencetuskan timbulnya sel-sel kanker di dalam tubuh, sepertinya dijelaskan Dr. Keiichi Morishita dalam bukunya, “The Hidden Truth of Cancer”. Ia menulis,
“Bila darah menjadi lebih asam, kelebihan asam ini disimpan di bagian tubuh lain. Bila berlangsung terus sel-sel akan mati karena terlalu asam. Beberapa sel bisa bertahan dengan menjadi abnormal, menjadi sel-sel yang tidak bisa dikontrol oleh tubuh. Inilah awal dari terjadinya sel-sel ganas.”

Dalam hubungannya dengan radikal bebas dan kanker, Dr. Robert Atkins, salah satu orang paling berpengaruh di dunia kedokteran di AS tahun 2012, menjelaskan bahwa kondisi tubuh yang terlalu asam ini menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap serangan dari radikal bebas,
“Cairan dalam sel-sel tubuh sebagian besar orang seringkali terlalu asam. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah. Hal ini mencegah tubuh kita menetralisir racun-racun, dan membuat kita lebih rentan terhadap radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker serta berbagai penyakit lain.”

Kondisi tubuh yang terlalu asam dalam jangka waktu yang lama ini, berperan penting tidak hanya pada penyakit kanker, tapi berbagai penyakit lain, mulai yang ringan hingga berat.

Dalam bukunya “Detox or Die”, Dr. Sherry Rogers menekankan hal tersebut,
“Setelah secara seksama mengevaluasi hasil-hasil dari sarang terapi yang saya berikan kepada ratusan pasien, saya yakin bahwa toksisitas dalam bentuk sampah asam merupakan penyebab utama dari penyakit degeneratif.”)

Penulis buku “Alkalize or Die”, Dr. Theodore Baroody mengatakan,
“Berapa banyak pun nama yang dilekatkan ke berbagai penyakit tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah semua berasal dari akar permasalahan yang sama: terlalu banyak sampah asam di dalam tubuh.”

Robert Young, penulis best-seller lebih dari 62 buku kesehatan populer yang telah terjual lebih dari 5 juta kopi di 29 negara menulis dalam banyak bukunya,
“Kadar pH dari cairan internal tubuh mempengaruhi seluruh sel dalam tubuh kita. pH tubuh yang terlalu asam dalam waktu yang lama akan merusak jaringan tubuh, mengganggu hidup itu sendiri dan menyebabkan semua kelainan dan penyakit.

AIR ALKALI MENETRALISIR KONDISI ASAM

Peran air alkali pada penyakit kanker diungkapkan oleh Dr. Don Colbert, penulis best-seller dalam bukunya “The Seven Pillars of Health” ketika menjelaskan pengalaman klinisnya, “Ketika pasien dengan kanker berobat ke klinik saya, tubuh mereka hampir selalu bersifat sangat asam dan toksik. Tugas pertama saya adalah untuk membasakan jaringan tubuh mereka dengan cairan dan makanan yang bersifat alkali.”

Tiga penelitian di Journal of The International Society of Sports Nutrition (2010), Serbian Journal of Sports Science (2011), dan Research in Sport Medicine (2014) membuktikan adanya perbaikan keseimbangan asam-basa setelah konsumsi air alkali yang kaya antioksidan secara teratur pada orang dewasa sehat. Darah dan urine menjadi lebih basa dan kadar bikarbonat di dalam darah menjadi lebih tinggi.

Karena itulah, Susan Lark, penulis best-seller dan praktisi dan pengajar kesehatan di Amerika memberikan saran penting untuk mencegah kanker dan berbagai penyakit berat,
“Performa puncak dan kesehatan yang optimal tergantung pada kemampuan tubuh mempertahankan keadaan yang sedikit lebih alkali (basa) di seluruh sel dan jaringan. Minum 4-6 gelas cairan alkali setiap hari akan membantu menetralisir kelebihan asam dan seiring berjalannya waktu akan membantu memulihkan kemampuan tubuh menetralisir asam. Air alkali dapat membantu tubuh melawan berkembangnya penyakit jantung, stroke, gangguan pertahanan tubuh, dan banyak penyakit berat lainnya.”

Dr. Keiichi Morishita penulis, “The Hidden Truth of Cancer” mengungkapkan hal yang senada:
“Minum air yang memiliki pH tinggi, karena efek menghilangkan asamnya, dapat membantu mencegah kanker. Di Asia, air alkali dikonsumsi secara teratur dan dianggap sebagai bagian dari terapi.”

Robert Young, menulis dalam salah satu bukunya:
“Jika seseorang bertanya kepada saya, ‘Apa satu hal terpenting yang dapat saya lakukan untuk memiliki kesehatan yang lebih baik?’ Jawabannya akan sangat sederhana, ‘Mulailah minum air alkali terionisasi.”

Dr. Theodore Baroody dalam bukunya “Alkalize or Die” menulis:
“Merupakan pendapat (profesional) saya bahwa air (alkali) terionisasi akan merubah pandangan seluruh praktisi kesehatan dan masyarakat terhadap kesehatan mereka di tahun-tahun mendatang. Saya telah meresepkan lebih dari 20 ribu liter (5000 galon) air alkali pada hampir semua masalah kesehatan yang dapat Anda bayangkan. Saya yakin bahwa air alkali yang terestrukturisasi akan memberikan manfaat bagi semua orang.”

Karena itulah, ketika Dr. William Kelly membahas tentang pengelolaan pasien kanker dalam bukunya, “Cancer Cure”, ia mengungkapkan pendapatnya:
“Air alkali yang diproduksi oleh mesin ionisasi telah menjadi kemajuan terpenting dalam pelayanan kesehatan sejak ditemukannya penisilin oleh Sir Alexander Fleming.”

KELEBIHAN AIR ALKALI DALAM PENCEGAHAN KANKER: SIFAT ALKALI & SUPLAI ANTIOKSIDAN SEKALIGUS

Kelebihan utama dari air alkali dalam pencegahan kanker adalah sekaligus membasakan tubuh DAN menyuplai antioksidan dengan mudah, murah, dan sederhana.

Hanya dengan minum air saja, tubuh menjadi lebih basa dan kebutuhan antioksidan harian dapat terpenuhi secara adekuat. Cara ini dapat dijalankan oleh siapa saja, mulai balita hingga lansia, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang bahkan seumur hidup dengan sangat mudah, murah, dan sederhana.

Berbeda misalnya, bila kita memenuhi melakukan alkalinisasi tubuh dan memenuhi kebutuhan harian antioksidan dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari, atau minum suplemen antioksidan yang banyak beredar di pasaran. Hal-hal di atas sangat sulit dijalankan oleh seluruh kalangan dalam jangka panjang secara teratur dan terus menerus.

Raz Kurzwell, sang pakar teknologi, Chief Enginer Google, yang pernah dinobatkan sebagai salah satu tokoh dengan pemikiran paling brilian di Amerika saat ini mengatakan,
“Mengkonsumsi air yang tepat sangat vital dalam proses detoksifikasi dan merupakan salah satu terapi kesehatan yang paling efektif. Minum 8-10 gelas air alkali per hari merupakan cara paling sederhana yang dapat Anda lakukan, namun sangat ampuh untuk memerangi berbagai proses penyakit.”

Dokter Gerald Bresnahan, internist-kardiologis terkemuka, on-call physician dari presiden AS dan tamu-tamu negara Amerika Serikat, menjelaskan,
“Dengan minum air alkali, kita dapat membuat tubuh kita menjadi lebih basa dengan sangat mudah, dan ratusan ribu pasien telah mengalami hasil yang luar biasa. Air alkali telah merevolusi kesehatan, vitalitas, dan kebugaran dari penduduk di Amerika. Hal ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi semua orang dan akan mengubah kehidupan jutaan jiwa.”

KESIMPULAN & CATATAN AKHIR

Mengkonsumsi air alkali secara teratur setiap hari berarti memberikan tubuh kita antioksidan dalam jumlah yang melimpah setiap harinya, yang dapat menetralisir berbagai radikal bebas penyebab kanker dan berbagai penyakit berat lainnya. Air alkali juga mampu mengatasi kondisi tubuh yang terlalu asam akibat diet dan pola hidup yang kurang sehat, yang menurut banyak pakar kesehatan berperan penting dalam proses timbulnya berbagai penyakit ringan yang mengganggu hingga penyakit berat yang mengancam jiwa.

Di dunia kedokteran memang masih terdapat perbedaan pendapat, baik dalam hal peranan antioksidan dalam pencegahan kanker, maupun tentang peran kondisi tubuh yang terlalu asam dalam patogenesis (proses timbulnya) berbagai penyakit. Namun karena keamanan jangka panjangnya, minum air alkali secara teratur setiap hari layak untuk dijadikan salah satu cara pencegahan penyakit yang mudah, murah, dan aman untuk dilakukan. Hal ini sesuai dengan prinsip utama dalam dunia kedokteran, “Firstly do no harm (Pertama-tama jangan sampai membahayakan).”

Air alkali disetujui penggunaannya oleh Departemen Kesehatan Jepang dan sejak tahun 1966 telah dikonsumsi puluhan juta masyarakat Jepang hingga saat ini tanpa efek samping yang berbahaya. “Sejak air alkali terionisasi mendapat persetujuan sebagai terapi medis, air ini telah digunakan selama lebih dari 30 tahun di pasaran (dan) tidak ditemukan adanya laporan dalam hal keamanannya hingga saat ini.”)

David S. Dyer, pengarang buku “Cell Food” menulis,
“Air alkali yang direstrukturisasi mungkin merupakan elemen dan suplemen terbaik yang bisa Anda berikan bagi tubuh Anda. Tahukah Anda bahwa masyarakat Jepang telah mengkonsumsi dan meneliti air alkali ini lebih dari 40 tahun, dan menemukan bahwa cairan ini dapat memulihkan dan mengurangi tiga penyebab utama dari kesakitan, penyakit, dan penuaan dini? Air alkali yang dibuat menggunakan mesin elektrolisis telah dikonsumsi orang-orang Jepang selama lebih dari 40 tahun dan telah menyentuh serta memulihkan hampir semua penyakit dan kelainan yang bisa Anda bayangkan. Selama 6 tahun saya menggunakannya, saya juga menemukan hal yang sama. Cairan alkali sangat lembut, lebih segar, menghidrasi, memberi energi, mudah diserap, dan mengandung antioksidan yang kuat. Bukankan cairan seperti ini yang seharusnya Anda minum?”

PENELITIAN AIR ALKALI PADA KANKER & TERAPI KANKER

Banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa air alkali memiliki manfaat yang luas pada penyakit kanker. Berikut ini beberapa penelitiannya.

EFEK PENCEGAHAN & EFEK ANTI KANKER

Lee, KJ., et al., Anticancer Effect of Alkaline Reduced Water. J Int Soc Life Inf Sci, 2004. 22(2): p. 302-305.

Kinjo, T., et al., Suppressive effects of electrochemically reduced water on matrix metalloproteinase-2 activities and in vitro invasion of human fibrosarcoma HT1080 cells. Cytotechnology, 2012. 64(3): p. 357-371.

Akio K. et al. Influence of Hydrogen Discharged from Palladium Base Hydrogen Storage Alloys on Cancer Cells. Materials Science Forum, 2012. 706: p. 520-525.

Komatsu, T., Katakura, Y., Teruya, K., Otsubo, K., Morisawa, S., & and S. Shirahata, Electrolyzed reduced water induces differentiation in K-562 human leukemia cells. Animal cell technology: Basic & applied aspects, 2003: p. 387-391.

Kawai, D., et al., Hydrogen-rich water prevents progression of nonalcoholic steatohepatitis and accompanying hepatocarcinogenesis in mice. Hepatology, 2012. 56(3): p. 912-21.

Saitoh, Y., et al., Platinum nanocolloid-supplemented hydrogen dissolved water inhibits growth of human tongue carcinoma cells preferentially over normal cells. Exp Oncol, 2009. 31(3): p. 156-62.

Tsai, C.F., et al., Enhanced induction of mitochondrial damage and apoptosis in human leukemia HL-60 cells due to electrolyzed-reduced water and glutathione. Biosci Biotechnol Biochem, 2009. 73(2): p. 280-7.

Roberts, B.J., et al., Response of five established solid transplantable mouse tumors and one mouse leukemia to hyperbaric hydrogen. Cancer Treat Rep, 1978. 62(7): p. 1077-9.

Kim, H.-W., Alkaline Reduced Water produced by UMQ showed Anti-cancer and Anti-diabetic effect. published online at http://www.korea-water.com/images/e_q.pdf 2004.

Asada, R., et al., Antitumor effects of nano-bubble hydrogen-dissolved water are enhanced by coexistent platinum colloid and the combined hyperthermia with apoptosis-like cell death. Oncol Rep, 2010. 24(6): p. 1463-70.

Dole, M., F.R. Wilson, and W.P. Fife, Hyperbaric hydrogen therapy: a possible treatment for cancer. Science, 1975. 190(4210): p. 152-4.

Matsuzaki, M., et al., Mechanism of Cancer Cell Death Induced by Hydrogen Discharged from Palladium Base Hydrogen Storage Alloy, in Materials Science and Chemical Engineering 2013. p. 284-290.

Motoishi, A., et al., Influence of Active Hydrogen Discharged from Palladium-Nickel Alloy Powder on Biological Cells. Advanced Materials Research, 2013. 669: p. 273-278.

Nakanishi, K., et al., Growth suppression of HL60 and L6 cells by atomic hydrogen, in Animal Cell Technology: Basic & Applied Aspects, . 2010, Springer Netherlands. p. 323-325.

Saitoh, Y., et al., Neutral pH Hydrogen-Enriched Electrolyzed Water Achieves Tumor-Preferential Clonal Growth Inhibition Over Normal Cells and Tumor Invasion Inhibition Concurrently With Intracellular Oxidant Repression. Oncology Research, 2008. 17(6): p. 247-255.

Li, F.Y., et al., Consumption of hydrogen-rich water protects against ferric nitrilotriacetate-induced nephrotoxicity and early tumor promotional events in rats. Food Chem Toxicol, 2013. 61: p. 248-54.

EFEK PADA INVASI, PENYEBARAN (METASTASIS) & ANGIOGENESIS KANKER
Jun, Y., et al., Suppression of invasion of cancer cells and angiogenesis by electrolyzed reduced water. In Vitro Cellular & Developmental Biology-Animal, 2004. 40: p. 79A-79A.

Kinjo, T., et al., Suppressive effects of electrochemically reduced water on matrix metalloproteinase-2 activities and in vitro invasion of human fibrosarcoma HT1080 cells. Cytotechnology, 2012. 64(3): p. 357-371.

Saitoh, Y., et al., Neutral pH Hydrogen-Enriched Electrolyzed Water Achieves Tumor-Preferential Clonal Growth Inhibition Over Normal Cells and Tumor Invasion Inhibition Concurrently With Intracellular Oxidant Repression. Oncology Research, 2008. 17(6): p. 247-255.

Ye, J., et al., Inhibitory effect of electrolyzed reduced water on tumor angiogenesis. Biological & Pharmaceutical Bulletin, 2008. 31(1): p. 19-26.

MENINGKATKAN KEAMANAN & KEBERHASILAN KEMOTERAPI

Runtuwene, J., et al., Hydrogen-water enhances 5-fluorouracil-induced inhibition of colon cancer. PeerJ, 2015. 3: p. e859.

Nakashima-Kamimura, N., et al., Molecular hydrogen alleviates nephrotoxicity induced by an anti-cancer drug cisplatin without compromising anti-tumor activity in mice. Cancer Chemother Pharmacol, 2009.

Matsushita, T., et al., Investigation of protective effect of hydrogen-rich water against cisplatin-induced nephrotoxicity in rats using blood oxygenation level-dependent magnetic resonance imaging. Jpn J Radiol, 2011. 29(7): p. 503-12.

Nakashima-Kamimura, N., et al., Molecular hydrogen alleviates nephrotoxicity induced by an anti-cancer drug cisplatin without compromising anti-tumor activity in mice. Cancer Chemother Pharmacol, 2009.

Kitamura, A., et al., Experimental verification of protective effect of hydrogen-rich water against cisplatin-induced nephrotoxicity in rats using dynamic contrast-enhanced CT. British Journal of Radiology, 2010. 83(990): p. 509-514.

Qu, J., et al., Inhalation of hydrogen gas attenuates cisplatin-induced ototoxicity via reducing oxidative stress. Int J Pediatr Otorhinolaryngol, 2012. 76(1): p. 111-5.

MENINGKATKAN KEBERHASILAN & KEAMANAN RADIOTERAPI

Chuai, Y., et al., Molecular hydrogen and radiation protection. Free Radical Research, 2012. 46(9): p. 1061-7.

Kang, K.-M., et al., Effects of drinking hydrogen-rich water on the quality of life of patients treated with radiotherapy for liver tumors. Medical Gas Research, 2011. 1: p. 11.

Liu, C., et al., Hydrogen therapy may be an effective and specific novel treatment for acute radiation syndrome.Medical Hypotheses, 2010. 74(1): p. 145-146.

Qian, L., et al., The potential cardioprotective effects of hydrogen in irradiated mice. J Radiat Res, 2010. 51(6): p. 741-7.

Qian, L., et al., Hydrogen as a New Class of Radioprotective Agent. International journal of biological sciences, 2013. 9(9): p. 887-894.

Qian, L.R., et al., The Hypothesis of an Effective Safe and Novel Radioprotective Agent Hydrogen-rich Solution.West Indian Medical Journal, 2010. 59(2): p. 122-124.

Mei, K., et al., Hydrogen protects rats from dermatitis caused by local radiation. J Dermatolog Treat, 2014. 25(2): p. 182-8.

Chuai, Y., et al., Hydrogen-rich saline attenuates radiation-induced male germ cell loss in mice through reducing hydroxyl radicals. Biochemical Journal, 2012. 442(1): p. 49-56.

Qian, L.R., et al., Radioprotective effect of hydrogen in cultured cells and mice. Free Radic Res, 2010. 44(3): p. 275-282.

Qian, L.R., et al., Hydrogen-rich PBS protects cultured human cells from ionizing radiation-induced cellular damage. Nuclear Technology & Radiation Protection, 2010. 25(1): p. 23-29.

Yang, Y., et al., Molecular hydrogen protects human lymphocyte AHH-1 cells against C heavy ion radiation.International Journal of Radiation Biology, 2013.

Yoon, K.S., et al., Histological study on the effect of electrolyzed reduced water-bathing on UVB radiation-induced skin injury in hairless mice. Biological and Pharmaceutical Bulletin, 2011. 34(11): p. 1671-7.

Zhao, L., et al., Hydrogen protects mice from radiation induced thymic lymphoma in BALB/c mice. International Journal of Biological Sciences, 2011. 7(3): p. 297-300.

Zhao, S., et al., Protective effect of hydrogen-rich saline against radiation-induced immune dysfunction. J Cell Mol Med, 2014. 18(5): p. 938-46

Mei, K., et al., Hydrogen protects rats from dermatitis caused by local radiation. J Dermatolog Treat, 2014. 25(2): p. 182-8.

Keramati Yazdi F et al. Radioprotective effect of Zamzam (alkaline) water: A cytogenetic study. J Environ Radioact. 2016 Nov 10. pii: S0265-931X(16)30330-7. doi:10.1016/j.jenvrad.2016.10.019.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO