SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

Ada seorang Ibu dari Bandung yang memberikan tanggapan atas postingan saya.

Berikut postingannya:

(saya perbaiki sedikit kesalahan ketik dan singkatannya, tanpa mengubah bahasa maupun isinya)

“Saya sehari-hari berkutat di bagian registrasi produk kosmetik, pernah juga urus daftar produk-produk alat kesehatan, obat, dll.

Hanya ingin meluruskan saja, setiap produk kesehatan memang harus didaftarkan, kalau mesin seperti kangen water memang harus didaftarkan sebagai alkes ke kemenkes. Dan kalau memang ada bukti ilmiah mesinnya bisa sebagai kesehatan, bisa sekalian disertakan dokumennya saat registrasi produknya.

Tentang claim yang tidak dperbolehkan tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

Banyak hal yang tidak akan bisa dimengerti oleh orang-orang yang memang awam mengenai pendaftaran produk di kemenkes ataupun di BPOM.

Jadi mending tunggu dari perusahaannya sendiri yang mengurus langsung tentang hal ini, jangan berpendapat sendiri-sendiri. Mungkin memang pendapat dan buktinya memang benar, tapi ada peraturan yang harus ditaati, terlebih lagi untuk alat kesehatan, nggak sembarangan bisa bebas diedarkan. Mau nggak mau kita harus ikuti peraturan.

Yang bikin pernyataan nggak ngerti tentang peraturan yang ada tentang claim suatu produk.

Jangankan orang awam, saya aja yang sehari-harinya berkutat dengan registrasi produk kesehatan suka nggak setuju mengenai aturan tentang claim.

Claim itu benar-benar dibatasi, nggak bisa seenaknya, kalau kita melanggar, produk harus dtarik atau informasi dikemasannya diperbaiki.

Cuma ya mau nggak mau kita harus ikutin aturan yang ada kalau mau jualan.

Kalau claimnya menjaga kesehatan itu baru boleh, kalau klaim menjadi sehat ataupun menyembuhkan memang nggak boleh, claim tersebut hanya boleh untuk produk obat.

Kalau untuk paragraf terakhir, misal seperti amlodipin dan obat lainnya itu kan sudah pada didaftarkan dan memang ada uji klinisnya, farmakokinetik, dan farmakologis serta toksikologisnya juga sudah terbukti. Pada saat pendaftaran produk pasti disertakan data tersebut, ada bukti kuatnya, jadi bisa diclaim sesuai indikasi medisnya.”

BERIKUT JAWABAN DARI SAYA:

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Ibu yang berkenan berkomentar dan memberikan masukan di postingan saya ini. Berikut tanggapan dari saya, semoga bisa menjawab sebagian pertanyaan dan pernyataan yang diajukan Ibu di atas.

Bismillah.

Sepanjang pengetahuan saya, Enagic sudah mendaftarkan mesin ini sejak tahun 2014 ke Depkes sebagai medical device, dengan segala dokumen yang diperlukan, juga dengan melampirkan ISO 13485-nya yang sudah dimilikinya. Sayangnya, saya kurang tahu kenapa, hingga akhir tahun 2017 ini, izin dari Depkes masih juga belum keluar.

Sebagian distributor memang melakukan kesalahan dengan mempromosikan bahwa:
“Alat ini diakui Depkes RI sebagai medical device yang bisa menyembuhkan segala penyakit”,

walau banyak juga distributor yang sudah cukup proporsional dengan hanya mengatakan bahwa:
“Alat ini di Jepang dan banyak negara lain sudah diakui sebagai medical device, mengantongi sertifikat dari ISO 13485 yang merupakan standar internasional untuk memproduksi alat kesehatan, dan terbukti di lebih dari 600 penelitian ilmiah di jurnal-jurnal kedokteran yang terpercaya, bahwa produk air kesehatan dari mesin ini bisa membantu proses penyembuhan berbagai penyakit serta menjaga kesehatan secara umum.”

Jadi saya sih setuju dengan poin 1 dan 2, agar Enagic membenahi dan mengingatkan dengan tegas para distributornya yang nakal dan kebablasan.

Tapi benar kata Ibu, bahwa saya juga sebagai orang awam tidak bisa mengerti mengapa pendaftaran produk di Kemenkes atau di BPPOM kok bisa sampai bertahun-tahun tanpa ada kejelasan?

Saya sama sekali bukan perwakilan resmi perusahaan Enagic, jadi saya mendukung upaya Depkes mengingatkan dan menertibkan, dan saya juga menghormati upaya yang nantinya akan dilakukan oleh pihak perusahaan.

Pemerintah punya hak untuk melarang peredaran suatu barang atau obat, dan itu saya hormati dan taati. Juga ada jalur dan koridor khusus buat perusahaan bila merasa keberatan, dan saya juga hormati hak perusahaan dan langkah-langkah yang akan diambilnya.

Tapi itu bukan yang saya permasalahkan di postingan saya ini.

Saya menulis ini, menunaikan fungsi dan tugas saya sebagai:
1. Seorang muslim, yang berkewajiban mengingatkan bila melihat sesuatu yang salah.
2. Warga negara, yang berkewajiban mengingatkan bila melihat pemerintahnya melakukan kekeliruan.
3. Warga komunitas ilmiah, yang berkewajiban mengingatkan bila melihat ada hal-hal yang bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah.

Dan sebagai muslim, warga negara, dan warga komunitas ilmiah, saya berhak mengeluarkan pendapat saya di media sosial atau media lainnya mengenai suatu peraturan yang saya anggap bisa memberi dampak yang buruk kepada masyarakat.

Apakah pendapat saya diterima atau tidak oleh muslim yang lain, disetujui atau ditolak oleh warga negara lain dan Pemerintah (dalam hal ini Depkes atau lembaga berwenang lain), dan diterima atau ditentang oleh warga komunitas ilmiah yang lain, itu soal yang berbeda. Dan itu juga nggak jadi masalah buat saya.

Tapi intinya adalah:
Hak mengemukakan pendapat itu ada dan harus dilindungi, termasuk pendapat menyatakan ketidaksetujuan kita pada aturan pemerintah yang kita anggap salah kaprah dan tidak sesuai dengan fakta-fakta ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan.

Karena menyinggung-nyinggung soal izin obat, saya coba kasih ilustrasi lewat obat juga. Ini cuma ilustrasi yah, bukan kisah sebenarnya.

Misalkan saat pertama kali suntikan insulin manusia berhasil dibuat, yaitu tahun 1981 oleh satu perusahaan besar, alat suntiknya serta isinya mendapat persetujuan dari FDA (lembaga obat Amerika), dari EMA (lembaga obat Eropa), dari PMDA (lembaga obat Jepang) dan banyak lembaga obat lainnya.

Karena sudah disetujui lembaga besar terkemuka, maka obat ini dengan mudah masuk ke seluruh dunia dan disetujui badan farmasi di masing-masing negara. Anggap obat ini sudah digunakan di sekitar 90 negara pada tahun 1983.

Kemudian perusahaannya berusaha masuk ke Indonesia, mengajukan izin tahun 1984, dan menyertakan semua dokumen yang diperlukan, termasuk dokumen ISO 13485-nya sebagai medical device. Sayangnya, hingga tahun 1987, Depkes RI, karena alasan yang tidak diketahui, masih belum mengeluarkan izin peredaran insulin di Indonesia.

Karena insulin sangat dibutuhkan oleh pasien-pasien diabetes yang sudah tidak terkontrol dengan obat-obatan, suntikan insulin dan isinya tetap bisa beredar di masyarakat Indonesia, masuk secara tidak resmi melalui negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Eropa, Amerika, dll.

Selama bertahun-tahun, suntikan insulin ini digunakan oleh banyak sekali pasien diabetes (walau belum disetujui oleh Depkes), dan terbukti sangat baik dalam menurunkan gula darah serta membantu banyak sekali pasien diabetes hidup lebih sehat.

Kemudian tiba-tiba, di akhir tahun 1987, Depkes mengeluarkan surat edaran, berisi 3 poin. Poin satu dan dua kita sudah sama-sama setuju, harus kita taati, dan harus kita hormati. Tapi ada poin yang ketiga, yang mengganjal:

“3. Tidak boleh mengklaim bahwa suntikan insulin sebagai produk yang dapat “menyehatkan dan/atau menyembuhkan”.

Nah, saya sebagai seorang muslim, sebagai warga negara, dan sebagai warga komunitas ilmiah, punya hak (dan kewajiban) untuk mengingatkan kepada Pemerintah.

Poin utama yang coba saya angkat dan ingatkan adalah:
“Boleh saja Depkes melarang peredaran insulin di Indonesia karena dianggap belum memiliki izin edar atau izin sebagai alat kesehatan, dan kita sebagai warga negara tentu harus mematuhi aturan tersebut. Tapi saya juga punya hak berpendapat dan mempublikasikan pendapat saya di media sosial atau media lainnya, bahwa poin ke-3 dari edaran Depkes itu bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah yang telah disepakati oleh komunitas ilmiah di luar negeri, bahwa insulin itu memang menyehatkan dan bisa membantu orang-orang dengan diabetes untuk hidup lebih sehat tanpa harus minum obat-obatan lagi.”

Apakah pendapat saya ini diterima atau ditolak, bahkan dilecehkan (misalnya dianggap tidak taat aturan, menyebarkan hoax dan pseudoscience dsb) oleh pemerintah, oleh warga negara lain, atau oleh warga komunitas ilmiah yang lain, itu soal yang berbeda, dan itu juga sama sekali nggak masalah buat saya.

Intinya saya punya hak (dan kewajiban) untuk mengingatkan sebatas sedikit ilmu yang telah dianugrahkan-Nya kepada saya.

“Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu kemudian tidak menyampaikannya adalah seperti orang yang menyimpan harta namun tidak menafkahkannya darinya (membayarkan zakatnya) (Hadist Ath-Thabaraniy)

“Barangsiapa yang ditanya tentang satu ilmu lalu menyembunyikannya, niscaya Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak” (HR Abu Dawud no. 3658)

Demikian jawaban saya untuk tanggapan Ibu. Semoga bisa memahami. Sekali lagi terima kasih atas kesediaannya untuk berkomentar dan berdiskusi di lapak saya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan ya Bu.

Wallahu’alam bishowwab.

Sumber:

SITU KOK SUKA MAKSA SIH (BAGIAN KE-2)Oleh:Andi Pratama DharmaDokter Spesialis Penyakit Dalam Divisi AntiAging & ERW…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 26 November 2017

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO