SATU MESIN SEJUTA MANFAAT

Dapatkan kesehatan menyeluruh dengan air kangen. Ganti air minum anda dengan air kangen sekarang juga!

Miliki Segera

PENDAHULUAN

Dalam hubungannya dengan preventive medicine (ilmu kedokteran pencegahan), dari pengalaman praktek sebagai penyakit dalam selama sekitar 10 tahun terakhir, menurut saya hambatan terbesar dari upaya pencegahan penyakit adalah pada disiplin dan konsistensi dari pasien untuk seumur hidup mengikuti program pencegahan.

Jadi masalahnya bukan pada proses edukasi yang konsisten dan berkelanjutan dari para tenaga kesehatan dalam menanamkan pentingnya upaya pencegahan ke seluruh pasien, tetapi lebih ke bagaimana pasien dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya tersebut secara disiplin, konsisten, dan terus menerus sepanjang hidupnya.

Upaya diet, olahraga, dan pola hidup sehat memang terbukti secara ilmiah di dunia kedokteran efektif mencegah berbagai penyakit berat, dan edukasi yang konsisten dan sistematis dari para tenaga kesehatan dapat memastikan pasien memahami pentingnya upaya pencegahan dan mengerti bagaimana melaksanakannya. Tetapi pada praktek sehari-hari, hambatannya (terutama dalam jangka panjang), terletak pada bagaimana memastikan pasien mampu melaksanakan upaya pencegahan tersebut secara konsisten sepanjang usianya.

Ini karena diet yang ketat, olahraga yang adekuat secara teratur, dan pola hidup sehat yang disiplin AMAT SANGAT SULIT UNTUK DITERAPKAN DALAM JANGKA PANJANG. Jangankan pasien, para dokter dan tenaga kesehatan lainnya saja biasanya sangat sulit untuk bisa disiplin melaksanakannya secara terus menerus (baca seumur hidup).

BERBAGAI LITERATUR ILMIAH MENDUKUNG HAL INI

Semua literatur di bawah ini membuktikan betapa rendahnya tingkat kepatuhan pasien penyakit apapun dalam hal menjalankan program diet, olahraga, atau minum obat teratur dalam jangka panjang. Kepatuhan minum obat pad penyakit kronis rata-rata mencapai tidak lebih dari 50%, sementara kepatuhan pada perubahan gaya hidup (diet dan olahraga) sangat rendah, rata-rata hanya 20-30% pasien saja yang bisa bertahan dalam waktu yang lama.

Silakan dipelajari di link berikut ini:

1. Long-term compliance with salt restriction in Japanese hypertensive patients. Ohta Y, et al. Hypertens Res. 2005 Dec;28(12):953-7.
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16671333)

2. Adherence to Therapies in Patients with Type 2 Diabetes. Luis-Emilio García-Pérez, et al. Diabetes Ther. 2013 Dec; 4(2): 175–194.
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3889324/)

3. Long-term compliance with a lipid-lowering diet. Kushner RF. Nutr Rev. 1993 Jan;51(1):16-8.
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8446303)

4. Adherence to lipid-lowering treatment: the patient perspective
Manuela Casula, et al. Patient Prefer Adherence. 2012; 6: 805–814.

5. Why don’t patients do their exercises? Understanding non-compliance with physiotherapy in patients with osteoarthritis of the knee. R Campbella et al. Journal of Epidemiology & Community Health
(http://jech.bmj.com/content/55/2/132)

6. Factors affecting therapeutic compliance: A review from the patient’s perspective. Jing Jin, et al. Ther Clin Risk Manag. 2008 Feb; 4(1): 269–286.
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2503662/)

Sebenarnya, masih banyak sekali literatur lain yang mendukung hal ini. Data epidemiologi menunjukkan semakin meningkatnya kejadian penyakit kronis baru seiring bertambahnya usia, mulai dari diabetes, hipertensi, dislipidemia, obesitas, autoimun, bahkan kanker. Dunia kedokteran telah gagal mencegah hal ini bila hanya mengandalkan diet, olahraga, dan obat-obatan.

SALAH SATU SOLUSINYA: MEMASYARAKATKAN AIR ALKALI

Dengan pertimbangan itulah, setelah mengkaji secara ilmiah dan melihat langsung manfaatnya yang sangat besar kepada para pasien-pasien pribadi saya, baik dalam upaya pengobatan maupun pencegahan penyakit, saya merasa terpanggil dan merasa berkewajiban untuk secara terus menerus mengedukasi masyarakat luas mengenai manfaat dari air alkali ini, terutama dalam upaya pencegahan di dunia kedokteran.

Ini karena mencegah berbagai penyakit dengan sekedar minum air putih saja sangat mudah dan sederhana, sangat ekonomis dalam jangka panjang, dan dapat dilakukan siapa saja dari semua kalangan, mulai bayi usia 6 bulan hingga manula di atas 100 tahun, setiap hari seumur hidupnya dengan konsisten dan disiplin. Yang penting, dasar ilmiah serta hasil-hasil terbukti efektif serta dapat dipertanggungjawabkan secara di dunia kedokteran.

Karena itulah, Ray Kurzwell, Chief Enginer Google, peraih penghargaan tertinggi di bidang teknologi dari tiga presiden Amerika Serikat, mengatakan, “Mengkonsumsi air yang tepat sangat vital dalam proses detoksifikasi dan merupakan salah satu terapi kesehatan yang paling efektif. Minum 8-10 gelas air alkali per hari merupakan CARA PALING SEDERHANA yang dapat Anda lakukan, namun sangat ampuh untuk memerangi berbagai proses penyakit.”

PENUTUP

Berikut ini pendapat seorang dokter terkemuka di Amerika tentang pentingnya air alkali ini. Dokter Gerald Bresnahan, adalah kardiologis terkemuka, on-call physician dari presiden AS dan tamu-tamu negara Amerika Serikat.

Ini sedikit tentang beliau:

“Dr. Gerald Bresnahan is a world renowned cardiologist based out of Los Angeles. When his father died suddenly at the age of 54 from heart disease, Dr. Bresnahan dedicated his life to the prevention of the number one cause of death in the U.S. The field of cardiology was a natural fit for him as he excelled in Internal Medicine and Cardiology at the Los Angeles County – USC Medical Center as well as the Hospital of Good Samaritan which is noted as one of the top medical centers in the country. While at University of California, San Diego, he was involved in developing the heart enzyme blood test still used around the world today when doctors suspect a heart attack in their patients.

Dr. Bresnahan is arguably the best in his field and has served as the on-call cardiologist for Presidents of the United States, the Pope, the Queen of England, and many visiting dignitaries in the Los Angeles area. He currently resides in Playa Vista, California with his wife, Lyn and is practicing as a clinical cardiologist in Los Angeles. His other roles include overseeing quality control at one of Los Angeles’ major heart centers as well as serving as chairman of the Cardio-Thoracic Committee which oversees all of cardiology and heart surgery at an additional health center.”

Ini yang dikatakannya tentang air alkali, setelah hanya dalam 13 tahun terakhir (masuk ke Amerika sejak tahun 2003) beliau melihat begitu banyak manfaat yang dirasakan langsung oleh pasien-pasiennya, dan masyarakat di seluruh penjuru negerinya.

“We have understood the importance of alkalizing diets for decades, but we have been unsuccessful in getting our patients to eat a perfectly alkaline diet because we cannot eat enough alkaline foods to keep our body alkaline. To have something that changes the pH of the body from acid to alkaline based on something we are already doing that is drinking water, we can get people alkaline very easily.

Hundreds of thousands of our patients have seen remarkable results from drinking (from) alkaline water (machine). We are doing our part in bringing this technology to the medical community in the United States because it is revolutionizing the health, fitness and wellness of our nation. This is going to be a great thing for everyone and will change the lives for millions of people.”

(Kita telah memahami pentingnya membuat diet kita alkali selama puluhan tahun, namun tidak berhasil membuat pasien-pasien makan diet alkali yang sempurna karena sulit makan makanan alkali dalam jumlah cukup untuk membuat tubuh kita lebih basa. Hadirnya suatu sarana yang dapat merubah pH tubuh kita dari asam menjadi basa dengan sesuatu yang biasa kita lakukan, yaitu dengan minum air, maka kita dapat membuat tubuh banyak orang menjadi lebih basa dengan sangat mudah.

Ratusan ribu pasien telah mengalami hasil yang luar biasa dengan minum (dari mesin) air alkali. Kami mengambil peran untuk menghadirkan teknologi ini ke komunitas medis di Amerika Serikat karena air alkali telah merevolusi kesehatan, vitalitas, dan kebugaran dari penduduk di Amerika. Hal ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi semua orang dan akan mengubah kehidupan jutaan jiwa.)

Sumber:

  1. Sejarah & Manfaat Air Alkali
  2. Sejarah & Manfaat Mesin Air Alkali Terionisasi (Situ Kok Suka Maksa Sih)
  3. Air Alkali: Penelitian Ilmiah & Testimoni Positif Dari Para Dokter
  4. Manfaat Memiliki Mesin Air Alkali Sendiri (Setidaknya, Bersyukurlah)
  5. Edukasi Air Alkali yang Penuh Rasa Hormat
  6. Air Alkali & Keluhan Akibat Asam Urat, Tekanan Darah, dan Kolesterol yang Tinggi
  7. Air Alkali: Panduan Minum & Mengelola Efek Samping
  8. Air Alkali & Stroke
  9. Air Alkali dan Penelitian di Bidang Neurologi dan Psikiatri
  10. Air Alkali pada Penyakit Rematik
  11. Air Alkali pada Penyakit Infeksi & Manfaatnya dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
  12. Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional
  13. Air Alkali: Pilar Kelima Diabetes
  14. Air Alkali & Insulin (Situ Kok Suka Maksa Sih Bagian ke-2)
  15. Air Alkali pada Pasien Diabetes: Sebuah Laporan Kasus
  16. Air Alkali/Asam Kuat pada Luka Diabetes dan Penyakit Kulit yang Berat (Laporan Kasus)
  17. Air Alkali pada Asam Urat & Paradigma Edukasi Air Alkali
  18. Air Alkali & Hipertensi
  19. Air Alkali pada Gangguan Ginjal
  20. Air Alkali & Batu Ginjal
  21. Air Alkali, Kanker, & Pencegahannya
  22. Air Alkali pada Penyakit Maag & GERD
  23. Air Alkali pada Asma & PPOK
  24. Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi (Pengobatan & Pencegahan)
  25. Penelitian Air Alkali pada Penyakit Autoimun & Alergi
  26. Air Alkali untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  27. Air Alkali: Efek Anti Aging & Kesehatan Kulit
  28. Air Alkali untuk Mencegah & Mengatasi Obesitas
  29. Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine
  30. Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat
  31. Khasiat Air Alkali cuma Bohong Belaka?
  32. Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas
  33. Air Alkali & Bahaya Pestisida
  34. Air Alkali & Diet Ketofastosis
  35. Air Alkali & Surat untuk para Dokter
  36. Air Reverse Osmosis menurut WHO